Chevrolet Hengkang dari Indonesia, Bagaimana Nasib Konsumennya? Share this
Berita Mobil
Mode baca

Chevrolet Hengkang dari Indonesia, Bagaimana Nasib Konsumennya?

Denny Basudewa
pada 30 Oktober 2019

Foto: Chevrolet Indonesia

JAKARTA – General Motors (GM) telah memutuskan untuk hengkang dari Indonesia karena kesulitan untuk bersaing dengan merek-merek lain.

Seperti pada umumnya jika sebuah brand kendaraan memutuskan untuk tidak lagi berjualan, maka pihak yang akan dirugikan adalah konsumen. Namun dikutip dari laman resmi Chevrolet Indonesia, beberapa langkah akan dilakukan untuk bisa memberikan layanan maksimal bagi konsumen.

  • Apakah Chevrolet tetap melanjutkan layanan garansi dan purnajual kepada para pelanggan?
  • Benar, kami akan tetap berkomitmen untuk melayani para pelanggan dan memberikan dukungan purna jual, jaminan serta perawatan untuk para pelanggan Chevrolet melalui sebuah jaringan nasional. Kunjungi dealer Chevrolet terdekat Anda atau service outlet resmi untuk memperoleh perawatan dan layanan bagi Chevrolet Anda.
  • Apakah hal ini akan berdampak pada garansi kendaraan saya?
  • GM akan tetap menghargai semua garansi yang ada sepenuhnya sesuai dengan syarat dan ketentuanyang berlaku
  • Di mana saya dapat melakukan perawatan kendaraan saya?
  • Di dealerdealer Chevrolet dan service outlet resmi kami seluruh Indonesia
  • Apakah saya masih bisa membeli kendaraan Chevrolet?
  • Tentu saja, kami tetap melakukan penjualan kendaraan-kendaraan baru Chevrolet sampai dengan Maret 2020 dan memberikan penawaran istimewa untuk berbagai model Chevrolet.

Chevrolet sendiri masuk ke Indonesia pertama kalinya pada 1920 dengan mendirikan pabrik di Tanjung Priok. Meskipun sempat diambil alih oleh Astra pada 1969, kemudian pada 1997 General Motors (GM) kembali berbisnis di Indonesia.

Sayangnya pada 2005, GM menghentikan aktivitas produksi di pabrik mereka di kawasan Bekasi. Hingga akhirnya GM hanya memasarkan produk-produk Chevrolet sebagai distributor. Seiring perjalanan nan terjal Chevrolet memutuskan untuk hengkang dari Indonesia pada Maret 2020. [Dew/Idr]


Komentar