Tips Mengemudi di Malam Hari Share this
Tips
Mode baca

Tips Mengemudi di Malam Hari

Indra Prabowo
pada 01 Maret 2019

BANGKOK – Berkendara di malam hari memang tidak bisa kita hindari meski potensi bahaya mengintai. Berikut ini kami sampaikan 9 tips mengemudi saat malam hari dari Chevrolet:

  1. Redupkan lampu dashboard dan instrument mobil. Jika kendaraan Anda memiliki sakelar dimmer dashboard, gunakanlah. LED dashboard yang cerah dan layar infotainmen besar dapat menciptakan pencahayaan tidak perlu dan mengganggu di dalam kendaraan yang dapat mengurangi visi Anda tentang jalan di depan. Meredupkan lampu dashboard bisa menghilangkan pantulan pada kaca depan dan memungkinkan mata Anda untuk menyesuaikan dengan kegelapan di depan, meningkatkan visibilitas, terutama di daerah pedesaan. Penerangan interior lainnya seperti lampu atap juga dapat mengalihkan perhatian pengemudi, jadi yang terbaik adalah matikan lampu-lampu tersebut saat mengemudi.
  2. Gunakan lampu-utama (headlight) dengan bertanggungjawab. Saat mengemudi di daerah pedesaan, pengemudi akan tergoda untuk tetap menyalakan lampu sorot jauh, tetapi jangan lupa untuk mengalihkannya ke sorot rendah ketika ada kendaraan yang mendekat. Selain itu, jaga agar sorot lampu depan Anda tetap rendah ketika mengikuti kendaraan lain sehingga Anda tidak membutakan pengemudi di depan Anda, dan untuk mengemudi di dalam kota secara umum. Saat mengemudi di dalam kota, justru kita sering lupa menyalakan lampu, pastikan lampu depan menyala.
  3. Pakailah kacamata anti-reflektif. Kacamata – dari resep dokter atau lainnya – menambah permukaan reflektif lain antara mata pengemudi dan jalan, jadi pilihlah kacamata yang tepat untuk dipakai agar visibilitas lebih baik di malam hari. Pilihan terbaik adalah lensa resep dokter dengan lapisan anti-reflektif. Lapisan ini menghentikan cahaya tambahan yang tidak perlu memantul dalam lensa Anda sambil memungkinkan lebih banyak cahaya untuk lewat.
  4. Jaga kebersihan. Bersihkan lampu depan, lampu belakang, lampu sein, jendela dan cermin seminggu sekali, lebih sering jika perlu. Kaca depan yang tampak bersih di siang hari dapat mengungkap goresan yang dapat menyebabkan silau di malam hari. Simpan handuk kain microfiber atau koran di kendaraan Anda untuk menyeka residu dari kaca depan dan jendela. Hindari menyentuh permukaan bagian dalam kaca depan, jendela samping, atau cermin Anda dengan tangan secara langsung, karena minyak dari kulit Anda akan mengotori, dan cahaya dari luar atau dalam kendaraan akan membuat silau daerah-daerah kaca yang Anda sentuh.
  5. Sesuaikan headlight & kaca spion. Meskipun lampu depan umumnya telah diarahkan dengan benar ketika meninggalkan pabrik perakitan, ada baiknya jika teknisi servis yang berkualifikasi memeriksa tujuan lampu depan mobil Anda untuk memastikannya akan menerangi jalan dengan benar tanpa menyilaukan pengemudi lain dari arah berlawanan. Demikian juga, Anda dapat menghindari menjadi "membutakan" diri sendiri dengan mengarahkan kaca spion luar mobil sedikit ke bawah untuk membantu Anda melihat mobil-mobil di belakang tanpa silau dari lampu depannya. Juga, alihkan kaca spion bagian dalam Anda ke pengaturan Night atau Auto Dim, yang menggelapkan cermin untuk mencegah silau.
  6. Kurangi kecepatan dan tambah jarak berhenti. Menilai kecepatan dan jarak kendaraan di depan sangat penting di malam hari, karena persepsi kedalaman, pengenalan warna, dan penglihatan tepi terganggu setelah gelap, dan 90 persen dari reaksi pengemudi bergantung pada penglihatan. Meskipun lampu depan menerangi jalan, sinar rendah khas merentang dari 50 hingga 75 meter di depan kendaraan Anda, sementara sinar tinggi bersinar sekitar 100 hingga 150 meter di depan. Saat mengemudi dengan kecepatan tinggi, dibutuhkan lebih dari 60 meter untuk berhenti.
  7. Waspadalah dengan binatang-binatang. Sering kita menjumpai anjing, kucing, rusa, bahkan gajah menyeberang. Sorot lampu jauh Anda bahkan  bisa gagal menerangi jauh di luar jarak berhenti Anda atau di sekitar kurva, sehingga Anda dapat menghindari tabrakan dengan hewan dengan memperhatikan lampu depan Anda terpantul di mata mereka.
  8. Jangan mengemudi ketika Anda terganggu. Alkohol, beberapa obat resep dan obat herbal dapat sangat merusak kemampuan mengemudi. Alkohol juga bertindak sebagai penekan, jadi hanya satu gelas saja dapat menyebabkan kelelahan. Alkohol juga merupakan satu-satunya faktor paling signifikan dalam kecelakaan lalu lintas fatal, yang berperan dalam lebih dari setengah dari semua kematian terkait kendaraan bermotor. Selain itu, hindari merokok saat Anda mengemudi. Merokok menyebabkan perubahan fisik pada mata yang dapat mengancam penglihatan. Salah satu efek nikotin dari rokok membatasi produksi bahan kimia yang diperlukan agar Anda bisa melihatnya di malam hari. Studi menunjukkan karbon monoksida dari asap rokok juga merusak penglihatan.
  9. Dilarang berkendara ketika lelah. Para ahli mengatakan mengemudi yang mengantuk kemungkinan menjadi penyebab utama lebih dari 20 persen kematian di jalan. Sebagian besar kecelakaan yang berhubungan dengan kelelahan terjadi di malam hari, dan kelelahan adalah faktor yang mungkin terjadi dalam hampir sepertiga kecelakaan kendaraan tunggal di daerah pedesaan. Ikuti panduan ini untuk memastikan Anda terjaga:
    1. Tidur dengan baik sebelum mengemudi
    2. Jangan mengemudi lebih dari 8 jam dalam sehari
    3. Istirahat secara regular misalkan 2 jam sekali
    4. Gantian mengemudi
    5. Jangan mengemudi di jam-jam yang biasanya waktu tidur Anda
    6. Jika ngantuk, segera parkir mobil di tempat aman. Tidurlah minimal 15 menit.
    7. Tetap terhedidrasi dan makan camilan berenergi. [Idr]

Komentar