Marquez Puji Lorenzo dengan Isyarat Share this
MotoGP
Mode baca

Marquez Puji Lorenzo dengan Isyarat

Denny Basudewa
pada 13 Agustus 2018

Foto: Marc Marquez bersama Jorge Lorenzo

SPIELBERG – Marc Marquez memuji Jorge Lorenzo yang bersama Ducati mampu mengalahkan kemenangan di depan matanya.

Pembalap Repsol Honda tersebut mengakui jika performa Ducati Desmosedici musim 2018 lebih baik dari sebelumnya. Meskipun telah berupaya maksimal seperti melakukan late braking, namun akselerasi Ducati yang lebih baik harus membuatnya gigit jari.

“Dia (Lorenzo) memiliki titik pengereman yang sangat kuat. Dia melakukan late braking, tapi saya juga melakukan hal yang sama bahkan lebih. Saya merasa kuat di sini (MotoGP Austria 2018), namun akselerasi mereka lebih baik,” ucap Marquez.

Marquez yang kembali dikalahkan oleh pembalap Ducati, masih bisa berkilah bahwa motor Ducati lebih baik performanya. Namun dirinya tidak bisa lagi melakukan hal tersebut musim depan. Hal ini dikarenakan Lorenzo akan bergabung dengan tim Repsol Honda tahun depan.

Dengan kemampuan yang dimiliki Lorenzo dalam membesut tunggangannya, Marquez akan memiliki rekan satu tim yang sangat kuat. Di satu sisi dirinya merasa bersyukur, namun pada sisi lain tidak ada lagi alasan kalah dari Lorenzo karena motornya sama.

“Beruntungnya dia tidak lagi berseragam Ducati tahun depan. Dia akan memakai baju yang sama tahun depan dan tidak ada lagi alasan. Saya pikir ini akan bagus karena Honda melakukan tugas yang baik. Mereka mengambil pembalap yang sangat kuat. Sangat menarik melihatnya bersama Honda musim depan,” ungkap Marquez.

Ungkapan marquez yang senang akan satu tim dengan Lorenzo musim depan, bisa jadi memiliki makna lain. Dengan bergabungnya Lorenzo di Repsol Honda, performa mantan pembalap Yamaha tersebut bisa saja dibatasi.

Mengingat apa yang Ia alami ketika bersama Yamaha, Lorenzo mengungkapkan bahwa dirinya merasa ditiru setiap gerak-geriknya baik di lintasan balap maupun di luar trek. Hal tersebut juga dituangkan dalam buku biografinya.

Marquez yang menyandang status sebagai pembalap utama Repsol Honda dan menyandang gelar juara dunia MotoGP empat kali, tentunya akan sulit diterima jika kalah dengan pembalap nomor 2. Apakah Honda akan membendung performa Lorenzo ?, waktu yang akan membuktikan. [Dew/Ari]


Komentar