Nicky Hayden Bidik Masuk MotoGP Share this
Balap Lain
Mode baca

Nicky Hayden Bidik Masuk MotoGP

Denny Basudewa
pada 24 Juni 2019

Foto: Nicky Hayden Lokal

BOGOR – Muhammad Nicky Hayden menunjukkan talentanya sebagai pembalap cilik dengan berbagai prestasi.

Menjadi seorang pembalap berprestasi tidak hanya mengandalkan kemampuan finansial dan bakat yang dimilikinya saja. Doa dari orang tua juga bisa memuluskan langkah seseorang mewujudkan cita-citanya.

Setidaknya faktor yang terakhir disebut menjadi harapan Ari Basuki kepada sang buah hatinya. Anak yang lahir pada 2006, bersamaan dengan momen Nicky Hayden merengkuh gelar juara dunia MotoGP bersama tim Repsol Honda. Atas alasan itulah Ari memberikan nama yang sama dengan sang pembalap asal Kentuky, Amerika Serikat tersebut.

Mengawali karir di kejuaraan Mini GP, Nicky Hayden versi lokal tersebut menujukkan bakatnya sebagai seorang pembalap. Pada usia 9 tahun, pembalap mungil asal Yogyakarta ini sudah mampu mengukir prestasi di dunia balap motor.

“Jadi waktu nikah saya punya nazar kalau punya anak, nanti saya beri nama yang sama dengan juara dunia MotoGP. Waktu itu juaranya Nicky Hayden, jadi saya beri nama Muhammad Nicky Hayden, Jelas Ari yang berprofesi sebagai supir Jip di kawasan wisata Merapi, Jawa Tengah.

Meskipun tidak memilki keturunan seorang pembalap, doa sang Ayah melalui nama tersebut berbuah manis. Sukses di Mini GP, Nicky mulai dilirik tim balap untuk direkrut sebagai joki andalannya.

Seperti telah disampaikan sebelumnya, Nicky diberikan kesempatan untuk membalap dengan motor jenis sport. Kendaraan yang dimensinya jauh lebih besar dari tubuh Nicky, tidak membuatnya gentar setiap masuk lintasan.

Pada event Yamaha Sunday Race 2019 seri pertama di sirkuit Sentul, Bogor Jawa Barat, Nicky memulai debutnya bersama Yamaha YZF-R15. Motor sport berlambang Garpu Tala tersebut berhasil dijinakkan oleh ananda Nicky.

Meskipun membutuhkan bantuan saat memulai lomba, Nicky tidak sama sekali gentar melawan kompetitornya. Postur tubuh yang masih sangat kecil juga tidak membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya menunggangi all-new Yamaha R15.

“Awalnya ikutan Mini GP, lalu Nicky ditawari naik motornya om Dwi dari tim MKO. Lalu Nicky sering naik podium, mungkin relasinya pak Dwi banyak jadi banyak ditawarin dari sana-sini,” tutur Ari di sirkuit Sentul.

Langkah Nicky Hayden asal Yogyakarta ini juga tidaklah mulus. Karena keterbatasan lahan untuk latihan, Ari membuat arena berlatih sang anak dengan modal seadanya. Namun hal tersebut membuat Nicky terjatuh dan mengalami luka patah tulang bahu.

“Pernah jatuh saat latihan di Maguwo karena nabrak pembatas yang saya pasang dengan ban bekas. Memang tidak safety karena di Jogja belum ada sirkuit permanen. Sekarang kalau latihan ke Boyolali karena di sana sudah sirkuit permanen,” lanjut Ari menceritakan.

Nicky hingga saat ini masih rutin latihan paling tidak dalam satu minggu tiga kali. Dikatakan langkahnya untuk menjadi pembalap profesional juga didukung oleh pihak sekolah, sehingga tidak membebani Nicky. Sangat menarik menantikan kiprah cemerlangnya di dunia balap karena perjalanannya masih panjang. [Dew/Idr]


Komentar