Mitsubishi Pastikan Ketersediaan Onderdil saat PSBB Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mitsubishi Pastikan Ketersediaan Onderdil saat PSBB

Adi Hidayat
pada 13 Mei 2020

JAKARTA – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memastikan telah menyediakan suku cadang atau onderdil yang cukup untuk melayani para pelanggan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat Covid-19.

Kecukupan suku cadang dan komponen dipastikan aman karena mereka telah melakukan persiapan sejak awal Maret 2020. Itu artinya, sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia ditemukan, Mitsubishi Motors langsung melakukan persiapan.

“Suplai komponen kami masih dalam kondisi normal. Saat awal Maret kami melihat pandemi ini dan langsung memastikan semua komponen fast moving berada di rentang aman. Ini dilakukan guna mengatasi adanya keterlambatan pengiriman. Namun, untuk emergency order kami tetap menerima pengiriman setiap hari,” ungkap Ronald Reagan, Head of After Sales Planning & Marketing Department MMKSI.

Meski demikian, Ia menghimbau kepada para pelanggan untuk tetap melakukan booking service sebelum ke bengkel. Hal ini dilakukan untuk mendukung physical distancing dan PSBB yang digaungkan oleh pemerintah.

Dengan melakukan service booking, maka pelanggan tidak perlu antri terlalu lama di dealer, komponen suku cadang sudah disiapkan dan sebagainya. Dengan demikian maka risiko terjadinya penumpukan pelanggan di dealer akan berkurang.

“Saya menghimbau kepada pelanggan untuk tetap melakukan service booking sebelum datang ke bengkel. Dengan demikian perawatan akan lebih terencana,” tegasnya.

Guna melakukan booking service, pelanggan bisa melalui Aplikasi Mobile untuk konsumen Mitsubishi Motors yaitu "My Mitsubishi Motors ID". Aplikasi ini sudah tersedia di Apple Store serta Google Play Store. Dan Sejak Covid-19, jumlah pengguna aplikasi pun semakin banyak.

“Dari data kami, dari April hingga sekarang memang terjadi kenaikan signifikan terutatama dari sisi mobile apps kami. Hampir 55% permintaan service didapatkan dari mobil apps untuk beragam layanan. Sementara dari sosial media ada 10%. Bila digabungkan maka sudah 65% yang artinya sudah lebih dari setengah pelanggan yakin dapat informasi dari layanan digital,” pungkasnya. [Adi/Idr]


Komentar