Joan Mir Singkirkan Iannone dan Lorenzo, Ini Alasan Suzuki Share this
MotoGP
Mode baca

Joan Mir Singkirkan Iannone dan Lorenzo, Ini Alasan Suzuki

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 16 Juni 2018

HAMAMATSU - Suzuki Motor Corporation mengumumkan nama Joan Mir sebagai pasukan tim Suzuki Ecstar di MotoGP 2019, sekaligus menyingkirkan nama besar seperti Andrea Iannone dan Jorge Lorenzo.

Suzuki akhirnya membuka informasi mengenai pembalap barunya di MotoGP 2019. Tim Suzuki Ecstar akan menggunakan jasa Mir untuk menunggangi GSX-RR yang ditinggalkan Iannone.

Iannone sendiri memang sudah mengungkapkan lebih dulu untuk hengkang dari Suzuki. Sepertinya keputusan ini diambil setelah Ia mengetahui bahwa Suzuki tidak akan memperpanjang kontraknya.

Nama Mir justru muncul baru-baru saja setelah memberitahukan akhir kerjasama Suzuki-Iannone. Bahkan, Lorenzo sempat digadang bakal merapat ke tim ini. Namun, rupanya kesepakatan antara Suzuki dan Mir sudah lebih dulu terjalin.

"Negosiasi tidak berlangsung lama dan cepat sekali. Padahal para kandidat yang memenuhi syarat seperti Iannone dan Lorenzo adalah pilihan nyata dan sepertinya lebih menarik," kata Brivio.

Akan tetapi, Brivio menerangkan menggaet Mir adalah kesempatan unik dan tidak bisa dilewatkan. Ia mengatakan pembicaraan dengan Mir juga sudah dilakukan pada tes musim dingin (tes pramusim). Meskipun, kepastiannya baru bisa diklarifikasi pihak Suzuki menjelang seri ke-7 di Catalunya.

Lantas apa yang membuat Suzuki lebih tertarik meminang Mir ketimbang Iannone dan Lorenzo? Gagasan untuk membesarkan pembalap muda jelas menjadi komitmen mereka. Salah satu contohnya sudah diperlihatkan sejak membawa Maverick Vinales dan kemudian Alex Rins.

Namun, di samping itu Mir juga dinilai layak mendapatkan kesempatan dengan talenta yang dimiliki. Mir baru 20 tahun dan dia sudah menjadi juara dunia (Moto3) dengan 10 kemenangan pada 2017. Sedangkan tahun ini, pembalap Spanyol itu juga tampil memukau di kelas barunya (Moto2).

Pembalap Mallorca ini sudah memperlihatkan skill dan kompetisinya di balapan Moto3 dan Moto2. Kesepakatan 2 tahun (2019-2020) akan membawa pembalap ini ke kelas utama sertelah hanya semusim saja di kelas menengah (Moto2). Seperti itu tulis rilis Suzuki Motor Corporation.

"Kami mengakui membuat pilihan sulit, tetapi setidaknya punya kesempatan untuk melakukannya. Bersama Rins dan Mir kami punya dua pembalap berbakat dan memiliki tujuan membuat tim kuat untuk masa depan. Jika kita dapat mempertahankan Rins dan Mir bertahun-tahun, Kami bisa bersaing di lima besar," pungkas Brivio. [Ary/Ari]


Komentar