Alex Rins Pimpin Pengembangan Suzuki Mulai MotoGP 2019 Share this
MotoGP
Mode baca

Alex Rins Pimpin Pengembangan Suzuki Mulai MotoGP 2019

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 04 Januari 2019

LECCO - Alex Rins sangat sensitif dalam memenuhi kebutuhannya terhadap motor, makanya Ia layak memimpin pengembangan Suzuki di MotoGP.

Hengkangnya Andrea Iannone, otomatis membuat Rins menjadi pembalap utama di tim Suzuki Ecstar. Memang belum sepenuhnya bisa dibilang senior karena Rins sendiri baru berusia 23 tahun. Tapi, sebutan untuknya cocok karena Suzuki baru saja menggaet pembalap yang lebih muda sebagai amunisi baru di musim depan.

Dengan begitu, Rins menjadi pembalap paling berpengalaman. Meski baru 2 tahun bersama Suzuki, Rins sudah memperlihatkan kinerjanya saat mempersiapkan motor untuk musim 2018. Sang manajer tim, Davide Brivio bahkan tak sungkan menyebut Rins memberi pengaruh dalam evolusi Suzuki GSX-RR.

"Saya harus bilang ini sudah terjadi di tes pramusim MotoGP 2018. Alex menyeleksi sendiri part yang dibutuhkannya dan dia membuat paketannya sendiri," ujar Brivio kepada Crash.net

Menurutnya, Rins sangat sensitif dan bagus dalam pengembangan serta mengerti apa yang disukai dan dibutuhkan. Meskipun pada awalnya Rins membutuhkan bantuan Sylvain Guntoli selaku test rider.

Lima podium, tujuh seri di urutan 6 yang membawa serta Rins bercokol di lima besar klasemen menjadi salah satu buktinya. Pencapaian tersebut bahkan lebih baik dari Maverick Vinales ketika membela tim Suzuki, 2016 lalu.

"Kami senang karena dia membuat peningkatan di setiap balapan dan belajar dengan cepat. Jadi, sangat bagus kami masih bekerjasama. Kami masih menganggapnya seperti pemula karena Ia masih belajar. Kita lihat akan seperti apa kami nantinya," lanjut Brivio.

Selain cermat dalam memilih kebutuhannya, penunjukkan Rins sebagai orang pertama tak lepas pula dari keunggulannya mengendalikan durabilitas ban. Padahal, Iannone yang kali itu jadi leader selalu mengeluhkan keausan ban belakang di paruh terakhir balapan sepanjang tahun.

Rins justru memperlihatkan kondisi sebaliknya. Misalnya di seri Misano (Italia) di mana ada masalah pada ban dan harus diatur sedemikian rupa. Namun, pembalap Spanyol ini melakukannya (menjaga usia pakai ban) dengan baik.

"Alex sangat baik dalam mengelola ban dan itu adalah keahlian. Dia bisa melakukannya ketika dibutuhkan dan mengaturnya dengan baik. Dia masih muda dan sudah berada di level positif dalam manajemen balap," terang Brivio lagi.

Oleh karena itu, Brivio optimis bisa menggunakan talenta Rins dalam rangka memenuhi target Suzuki agar bisa konstan sepanjang musim MotoGP 2019. Dimulai dari bekerja optimal sejak latihan bebas, kualifikasi dan berada di depan ketika balapan. Selain itu, Brivio juga yakin Rins bakal mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan di sekitarnya yaitu tim.

Brivio juga berharap tahapan tersebut bisa ditularkan Rins kepada Mir. Pada awalnya, dia harus memercayai pekerjaan Rins dan berusaha untuk mengikutinya. Setelah itu, Mir harus bisa beradaptasi cepat dalam menunggangi motor MotoGP.

"Sebagai pemula, dia pasti akan berkonsentrasi tentang mengendarainya lalu menemukan racing line dan kemudian tahu begaimana mengendalikan motor ini karena prioritas pertamanya bukan memilih paket motor. Jika, awalnya sudah stabil Mir akan coba berpikir untuk mencari perbedaan. Dia adalah pembalap yang bisa melakukan hal itu," tutup Brivio. [Ary/Ari]


Komentar