Busi Terendam Banjir Masih Bisa Dipakai atau Tidak, Ini Faktanya Share this
Aksesoris
Mode baca

Busi Terendam Banjir Masih Bisa Dipakai atau Tidak, Ini Faktanya

Denny Basudewa
pada 15 Januari 2020

Foto: Busi terendam banjir

JAKARTA – Busi mobil dan motor yang terendam banjir, berpeluang mengalami kerusakan jika tidak langsung ditangani dengan baik dan benar.

Sebagai salah komponen penting pada mesin, busi memerlukan perhatian yang sama dengan perangkat di dalam ruang bakar lainnya. Sebagai pemantik api untuk terjadinya pembakaran di dalam mesin, haram hukumnya busi terkena cairan terlebih terendam banjir.

“Busi pada umumnya tidak boleh terkena air karena bisa menimbulkan korsleting. Maka dari itu sangat tidak disarankan menerobos banjir, karena selain busi, komponen lain yang berkaitan kelistrikan juga dapat rusak,” ujar Diko Oktaviano, Technical Support Product Specialist NGK Busi Indonesia.

Meskipun berkaitan dengan kelistrikan, busi dikatakan tidak serta merta rusak meskipun terendam banjir. Asalkan mendapat penanganan yang tepat, komponen yang berukuran mungil tersebut masih bisa digunakan seperti sediakala.

“Busi terendam banjir bisa rusak karena tidak langsung dikeringkan. Akhirnya terjadi korosi pada bagian alur busi dan susah untuk dibuka. Kalau sudah korosi, saat ingin dibuka lalu businya patah dan masalahnya semakin banyak,” jelasnya kemudian.

Selain adanya korosi, hal yang bisa merusak busi adalah kesalahan pada saat pemasangan. Memasang busi terlalu kencang, memperbesar risiko terjadinya patah pada komponen tersebut. Selain itu, memasang busi terlalu kencang juga dapat membuat kebocoran pada ruang bakar karena terkikisnya alur baut. [Dew/Idr]


Komentar