Perjalanan Sejarah Skutik di Indonesia Share this
Berita Motor
Mode baca

Perjalanan Sejarah Skutik di Indonesia

Denny Basudewa
pada 09 Oktober 2018

Foto: Perjalanan Sejarah Skutik di Indonesia

JAKARTA – Skuter matik yang kerap disebut skutik tengah mendapatkan popularitasnya belakangan ini. Motor jenis ini tidak hanya disenangi oleh kaum hawa, namun diandalkan sebagai kendaraan sehari-hari oleh kaum adam.

Saking populernya, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menuliskan bahwa penjualan motor jenis skutik mendominasi sebesar 84 persen, dibandingkan model lainnya yang dipasarkan di Tanah Air.

Ikhwal mula hadirnya skuter matik di Indonesia dimulai oleh Piaggio. Motor asal Italia ini dipasarkan oleh PT Dan Motor Vespa Indonesia (DAM), dengan model yang lebih dikenal yakni Corsa pada 1991. Meskipun di negara asalnya diluncurkan pertama kalinya pada 1984.

Vespa yang terkenal dengan mesin samping ini menganut penggerak dengan transmisi otomatis untuk pertama kalinya. Sehingga ciri khas rem belakang yang berada di dek bagian bawah motor, dipindah ke tuas sebelah kiri (menggantikan kopling).

Motor ini kemudian menjadi populer karena menawarkan kepraktisan tersendiri dalam penggunaannya sehari-hari. Kawula muda Tanah Air seolah tergerak untuk menggunakan kendaraan ini agar tidak dibilang ketinggalan jaman.

Setelah Vespa berjaya dengan Corsa, lalu hadir pemain baru asal Taiwan yakni Kymco yang menawarkan skutik dengan nama Jetmatic Trend 125 pada awal 2000. Sebagai bagian dari promosi, mereka melakukan kegiatan turing Jakarta – Bali nonstop 100 jam. Perjalanan tersebut juga dicatat oleh MURI (Museum Rekor Indonesia).

Skutik Perjalanan Sejarah Skutik di Indonesia

Tidak butuh waktu lama, pabrikan Jepang mulai merambah pasar skutik dengan memboyong beberapa produknya dari negeri Sakura. Produsen sepedamotor berlambang Garpu Tala tersebut menawarkan Majesty dan Glide.

Barulah kemudian mereka meluncurkan Yamaha Nouvo yang diimpor dari Thailand pada 2002. Kehadiran Nouvo generasi pertama yang kini dikenal dengan sebutan Lele ini mampu meraih hati masyarakat.

Tidak ingin terlena, Yamaha kembali menggoda pelanggan setianya dengan meluncurkan Mio generasi pertama. Hal ini membuat Yamaha berbunga-bunga karena penjualan skutik tersebut laris-manis bak kacang goreng di pinggir jalan.

Hal ini (penjualan skutik) ternyata berhasil memikat Honda yang didukung oleh jaringan Astra di belakangnya. Pada 2006 Honda meluncurkan Vario generasi pertama. Pasar skutik semakin ramai dan memberikan tekanan bagi Piaggio sebagai pelopor di segmen ini.

Kehadiran Vario kemudian dilanjutkan dengan kemunculan Beat pada 2008 yang berdimensi lebih kecil. Skutik besutan Honda kian populer dan sukses mendapatkan hati masyarakat Tanah Air. Di samping itu, Suzuki juga ikut meramaikan pasar skutik dengan meluncurkan Spin.

Di balik persaingan pabrikan motor asal Jepang dengan model skutik, konsumen diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan. Kemudian para pengguna kendaraan jenis ini juga diuntungkan bersamaan hadirnya berbagai teknologi terkini.

Persaingan skutik sendiri semakin ramai dengan hadirnya Honda Scoopy pada 2010 dan generasi Vario bermesin lebih besar. Tidak hanya Honda, Yamaha juga gencar melancarkan pelurunya dengan mengenalkan perpanjangan tangan dari Mio seperti (Mio Soul, Soul GT, Mio Z125 dan Mio S).

Yamaha juga mencoba peruntungan dengan meluncurkan Xeon, X-ride, Fino dan Aerox 125. Tidak ketinggalan Suzuki dengan Skydrive, Skywave kemudian Nex.

Pada era modern, persaingan kian sengit karena pabrikan beramai-ramai menghadirkan skutik dengan bodi yang gambot. Motor jenis ini semakin banyak berseliweran di jalan dan menggusur tren sport dan bebek.

Skutik Perjalanan Sejarah Skutik di Indonesia

Skutik gambot sebenarnya sudah ada sejak 2010. Namun saat itu kebanyakan produk yang dipasarkan merupakan produk impor utuh alias CBU. Pemainnya adalah Piaggio menghadirkan Vespa GTS, Honda dengan PCX dan Yamaha Majesty.

Namun semua skutik berukuran gambot tersebut dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Sehingga pasarnya tidak seluas model-model berukuran mini sebelumnya.

Lalu Yamaha mendobrak pasar dengan meluncurkan N-Max pada 2015. Skutik gambot ini merupakan hasil produksi dalam negeri sehingga ditawarkan dengan harga lebih terjangkau. Tahun-tahun berikutnya Yamaha meraup sukses dan melahirkan keluarga baru Maxi yakni Aerox155, X-Max 250 dan kini Lexi 125.

Honda tidak mau kalah saing lalu mulai memperkenalkan PCX buatan pabrik mereka di Sunter, Jakarta Utara dengan harga bersaing. Honda kemudian memperkenalkan PCX Hybrid sebagai senjata baru demi menghadapi persaingan di era kendaraan listrik.

Dengan semakin banyaknya populasi skutik, terbukti kendaraan ini lebih dibutuhkan oleh konsumen di Indonesia. Motor ini mampu memenuhi keperluan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. [Dew/Ari]


Komentar