Nasib Suzuki Burgman di Ujung Tanduk Share this
Berita Motor
Mode baca

Nasib Suzuki Burgman di Ujung Tanduk

Denny Basudewa
pada 11 Februari 2020

Foto: suzuki burgman

PARIS – Suzuki dikabarkan akan menghentikan produk Burgman dan menggantinya dengan model lain.

Pasar skutik di Eropa cukup seksi belakangan ini. Skutik berdimensi jumbo memenuhi benua Biru hingga Indonesia pada umumnya. Namun di balik cerita sukses para pabrikan motor dengan skutik gambotnya, Burgman merupakan salah satu motor yang tidak mendapat respon positif dari masyarakat.

Suzuki Burgman kalah bersaing dengan Yamaha Nmax dan Honda PCX. Hal ini tidak hanya terjadi di Eropa saja, namun di Indonesia skutik gambot berlambang S ini kurang mendapat respon dari masyarakat.

Di Eropa, salah satu ganjalan yang mendesak para produsen adalah standar emisi yang telah mencapai Euro5. Beberapa model motor yang tidak populer terpaksa menemui ajalnya, karena tidak sepadan jika harus menanamkan investasi untuk mengembangkan mesin.

“Satu hal yang bisa kami katakan saat ini adalah Suzuki akan sepenuhnya merevisi strateginya, dalam hal mengembangkan kendaraan sebagai alat komuter. Seluruh perjalanan skuter kami akan ditinjau lebih jauh,” ucap Giullaume Vuilardot, Suzuki Perancis.

Ia mengatakan bahwa beberapa lini kendaraan Suzuki akan hilang dan berganti model baru. Namun Burgman 400 akan terus berlanjut dan menyesuaikan aturan pemerintah. Dirinya menyatakan beberapa sisa model lainnya akan disuntik mati.

Suzuki disarankan mengikuti produsen sepedamotor lainnya, yakni membuat dan mengembangkan kendaraan listrik. Sebagaimana diketahui di Eropa, kendaraan listrik menjadi solusi tepat dalam mobilisasi. [Dew/Idr]


Komentar