Modifikator dan Pengusaha Aftermarket Tanah Air Unjuk Gigi di Jepang Share this
Modifikasi
Mode baca

Modifikator dan Pengusaha Aftermarket Tanah Air Unjuk Gigi di Jepang

Denny Basudewa
pada 12 Februari 2018

Foto: Osaka Automesse 2018

JAKARTA – Rombongan modifikator dan pengusaha aftermarket Indonesia menampilkan hasil karyanya di Osaka Automesse 2018, Jepang

Pameran modifikasi bertajuk Osaka Automesse 2018 resmi dibuka kemarin. Pameran otomotif yang mengkultuskan diri dalam bidang modifikasi dan produk-produk aftermarket tersebut diikuti banyak peserta, termasuk dari Indonesia.

Dengan nama Great Indonesia, rombongan modifikator dan aftermarket dari Indonesia mengenalkan produk unggulan mereka di pasar Jepang. Gerakan ini sendiri bertujuan untuk mengangkat hasil karya anak bangsa kepada khalayak Jepang.

Adapun hasil karya anak bangsa tersebut antara lain Mercedes-benz E250 yang telah dilakukan modifikasi sedemikian rupa. Selain itu adapula Accelera yang memamerkan produk unggulannya lewat mobil asal Jerman tersebut.

Sementara Revolt.id, memamerkan paket komplit suspensi udara yang dapat diatur menggunakan perangkat smartphone. Yoong Motor memboyong hasil karyanya yakni modifikasi lampu mobil dengan berbagai inovasi. Tomi Airbrush mempresentasikan coretan grafis kreatifnya melalui helm.

Hal yang sama dilakukan ZC Distromotive, dengan menyiapkan t-shirt dan topi eksklusif bertema Indonesia di Osaka Automesse 2018. Menariknya kedua barang tersebut hanya diproduksi 100 pieces.

Tak ketinggalan, Mayaratih Couture, fashion designer Tanah Air juga menampilkan busana, dengan tema “The Shadow of Wayang Inspired by Indonesian Puppet Show”, dan dipakai model mempresentasikan mobil modifikasi Indonesia. Gerakan Great Indonesia sendiri didukung oleh perbankan dari Tanah Air yakni bank bjb.

“Berbarengan dengan gerakan Great Indonesia di Osaka Automesse, kami siap menyongsong era baru dalam dunia modifikasi Indonesia. Pada akhir 2018 nanti, kami akan menyelenggarakan sebuah pameran akbar modifikasi yang pertama di Indonesia,’ ujar Andre Mulyadi, Founder sekaligus CEO NMAA. [Dew/Ari]


Komentar