Mitsubishi Xpander Berpotensi Patahkan Dominasi Toyota Avanza Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mitsubishi Xpander Berpotensi Patahkan Dominasi Toyota Avanza

Krisna Arie
pada 15 Januari 2019

JAKARTA - Mitsubishi Xpander layak disebut the greatest contender atau penantang terberat bagi Toyota Avanza.

Sejak tahun 2004, tak satu pun yang bisa menggoyahkan Toyota Avanza dari singasananya sebagai raja di kelas low MPV. Bahkan suksesor Toyota Kijang sebagai mobil rakyat Indonesia ini juga mendominasi pasar otomotif Tanah Air dengan total catatan penjualan hingga kini yang telah tembus di atas 1.5 juta unit.

Kompetitor silih berganti datang untuk mematahkan dominasi Toyota Avanza. Sebut saja Nissan Grand Livina (2007), Suzuki Ertiga (2012) dah Honda Mobilio (2014) plus yang kemudian tenggelam seperti Chevrolet Spin (2013) dan Mazda VX-1 (2013).

Tiga nama pertama mengawali debut cukup fantastis. Memiliki diferensiasi memiliki rancang bangun dari sebuah sedan yang mampu memberikan nilai lebih dalam kenyamanan dan pengendalian tentunya. Ini berbeda dengan Toyota Avanza yang dibangun di atas sebuah frame layaknya mobil komersial atau sama dengan Kijang.

Namun perlawanan sengit yang mampu mereka berikan tidak bertahan lama. Toyota Avanza masih menjadi primadona sementara Livina, Ertiga dan Mobilio terus berada di bawah bayang-banyang sang raja. Sementara Spin dan VX-1 yang merupakan kembaran Ertiga produksi Mazda menghilang dari peredaran alias stop produksi karena tidak bisa bersaing di kerasnya kelas low MPV.

Sampai pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 hadir Mitsubishi Xpander. Dengan modal produk menarik plus gimmick marketing tepat, volume maker baru dari Mitsubishi ini mendapat respon positif dari konsumen Indonesia.

Dalam sekejap, Xpander naik tahta, menjadi mobil paling laku di pasar otomotif Indonesia. Catatan yang diraih juga sangat mengesankan dengan menggusur Avanza dari singasananya pada periode Januari - September 2018 sebelum kembali mengambil alih di Oktober 2018 hingga kini.

Menurut data yang dihimpun Mobil123.com, Xpander dipesan sedikitnya 50 ribu unit hingga akhir tahun 2017. Capaian ini jauh dari target awal yang dicanangkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), hanya 5 ribu unit per bulan.

Sukses ini juga memiliki konsekuensi. Dengan kondisi pabrik Cikarang, Bekasi belum maksimal karena baru beroperasi pada April 2017, inden mengular hingga sekitar setengah tahun. Sampai pada di akhir tahun, wholesales Xpander mencapai 13.070 unit.

Ini otomatis membuat Mitsubishi Indonesia berbenah, fokus pada peningkatan produksi hingga menjadi 115 ribu unit pada 2018. Xpander tercatat memakan mayoritas produksi total pabrik yang mencapai 160 ribu unit. Bahkan sampai akhirnya terpaksa menghentikan sementara perakitan Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia dan mengembalikannya ke pabrik mereka di Thailand.

Sebagai informasi, Xpander terjual 71.219 unit pada Januari - November 2018. Avanza sendiri di periode waktu yang sama mencatat penjualan 75.493 unit. Total performa penjualan keduanya selama 2018 masih menunggu data resmi Gaikindo untuk penjualan Desember.

Yang juga tak kalah menarik untuk disimak adalah Mitsubishi Xpander mulai eksis di pasar kendaraan operasional perusahaan atau fleet. Salah satu perusahan besar yang telah menggunakannya adalah Garuda Indonesia di mana Xpander menggeser peran Honda Mobilio. [Ari]


Komentar