Mitsubishi Tanggapi SPK "Bodong" Xpander Share this
Mobil Baru
Mode baca

Mitsubishi Tanggapi SPK "Bodong" Xpander

Adi Hidayat
pada 19 Oktober 2017

Foto: Masyarakat Pekanbaru Bisa Test Drive Mitsubishi Xpander

JAKARTA – Mitsubishi Xpander menjadi fenomenal di segmen low MPV Indonesia. Tercatat, sejak peluncurannya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, mereka telah menerbitkan 27 ribu SPK.

Jumlah tersebut dikatakan jauh lebih besar dibanding harapan Mitsubishi sebelumnya. Maka tidak heran bila waktu pemesanan pun terbilang lama karena pabrik mereka di Bekasi masih belum beroperasi sepenuhnya.

Namun, di tengah banyaknya hingar bingar besaran SPK yang diraih, terdengar isu miring terkait jumlah pemesanan tersebut. Beredar kabar bahwa besarnya jumlah SPK yang diraih tersebut, 58 persen di antaranya adalah SPK palsu alias "bodong". Asal muasal isu tersebut karena tidak semua konsumen dapat dihubungi oleh PT MMKSI.

Munculnya isu ini berdasarkan bocornya surat dari PT MMKSI ke jaringan resmi yang di dalamnya tertulis sebanyak 7.000 pemesaan tidak bisa dihubungi pihak MMKSI. Untuk itu, pihak MMKSI menekan dealer-dealer untuk lebih intens menghubungi para pemesan.

Pihak MMKSI mencoba menyanggah, dan menyatakan bahwa bahwa seluruh SPK Mitsubishi Xpander hingga hari ini merupakan data yang valid dan seluruhnya telah melakukan pembayaran Down Payment (DP) minimal Rp 5 juta sebagai tanda jadi pemesanan dan tercatat di SPK.

Kegiatan yang tengah dilakukan oleh PT MMKSI terhadap data pemesanan Xpander adalah kegiatan survei untuk mendapatkan data demografi konsumen Mitsubishi Xpander, latar belakang pemesanan kendaraan, media komunikasi guna menjadi sumber informasi konsumen Mitsubishi Xpander. Kegiatan tersebut merupakan langkah yang dilakukan oleh PT MMKSI untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas layanan penjualan.

Survei ini dilakukan MMKSI kepada para konsumen Mitsubishi Xpander sejak 15 Agustus 2017 lalu melalui nomor hotline Mitsubishi Motors Customer Care (0804-1-300-300). Sayangnya, rasio penerimaan telepon oleh konsumen terbilang rendah.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kondisi konsumen yang tidak memungkinkan menjawab telepon saat dihubungi (sedang di jalan, sedang melakukan aktivitas lain, dsb) atau karena ketidaktahuan konsumen atas nomor PT MMKSI sehingga konsumen enggan menjawab telepon.

Kegiatan survei ini dipastikan tidak ada hubungannya dengan aktivitas pemesanan atau SPK konsumen terhadap Mitsubishi Xpander, karena saat ini konsumen yang terdapat pada daftar SPK tengah menunggu proses pembelian dan delivery kendaraan lebih lanjut.

Osamu Iwaba, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI pun menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus untuk mengirimkan kendaraan ke konsumen secepatnya. Beragam langkah sudah dilakukan agar produksi kendaraan bisa lebih cepat.

“Untuk mempercepat jadwal pengiriman unit kepada konsumen, kami telah mempercepat penerapan shift dua di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang memproduksi Mitsubishi Xpander untuk meningkatkan produktivitas pabrik tersebut," jelas Osamu Iwaba. [Adi/Ikh]


Komentar