Ini Penyebab Rossi Keok di MotoGP Jerman 2016 Share this
MotoGP
Mode baca

Ini Penyebab Rossi Keok di MotoGP Jerman 2016

Denny Basudewa
pada 19 Juli 2016

Foto: Para pembalap bersaing di GP Jerman 2016

SACHSENRING – Valentino Rossi tidak hanya kalah dari Marc Marquez di MotoGP Jerman 2016. Ada hal lain yang menyebabkan pembalap berusia 37 tahun tersebut gagal naik podium.

Pembalap Italia itu dinilai tidak mampu mengalahkan egonya sendiri. Menjalani balapan dari posisi ketiga sebenarnya The Doctor mempunyai peluang besar untuk naik podium. Bahkan setelah balapan berjalan beberapa putaran, Rossi terlihat seakan mampu memenangkan balapan.

Meskipun disalip oleh Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci beberapa putaran setelahnya, Rossi tetap mampu mengimbangi ritme dua pembalap di depannya. Meskipun menjadi pembalap tertua di MotoGP 2016, Rossi tetap tidak bisa mengendalikan egonya sendiri.

Mendapat perintah dari tim untuk masuk paddock tidak diindahkan olehnya. Tercatat dua putaran Ia mengabaikan anjuran timnya guna mengganti motor. Hal ini berbanding terbalik dengan Marquez yang patuh akan instruksi tim.

Hal ini berbeda dengan kondisi musim balap tahun lalu. Marquez yang mendapat julukan 'The Baby Alien' tidak hanya membalap luar biasa hebat. Umurnya yang masih terbilang muda membuatnya kerap melakukan berbagai cara untuk memenangkan lomba.

Aksi pemuda asal Spanyol tersebut kerap menimbulkan perselisihan dengan pembalap lain. Ia juga kerap membuat keputusan ceroboh yang pada akhirnya membuatnya kehilangan banyak poin. Kesalahan demi kesalahan membuatnya banyak kehilangan poin.

Tahun ini, juara dunia MotoGP dua kali tersebut terlihat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Hal ini terlihat dari caranya menanggapi perintah tim di MotoGP Jerman 2016. Marquez benar-benar belajar dari kesalahannya musim lalu.

Cerita berbeda diperlihatkan oleh Rossi musim ini. Pembalap yang cukup lama menantikan gelar juara dunia kesepuluhnya ini kerap melakukan kesalahan. Perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan pembalap sekaliber The Doctor --julukan akrab Rossi--.

Tindakan penuh pertimbangan dan ketelitian dari Rossi seolah hilang. Hal inilah yang akhirnya membuatnya kehilangan banyak poin penting. Kejuaraan memang baru berjalan separuh jalan (9 seri).

Setelah MotoGP Jerman 2016, para pembalap mempunyai waktu untuk melakukan rehat selama satu bulan lebih. Hal ini seharusnya digunakan pembalap Movistar Yamaha tersebut untuk instrospeksi. Jika ingin menggenapkan gelarnya menjadi 10, Rossi tidak boleh lagi melakukan kesalahan.

Terlebih Marquez dan Jorge Lorenzo juga mempunyai peluang sama untuk meraih gelar juara dunia. Performa Ducati yang kian mengkilap juga dapat menjadi penghalang pembalap kelahiran Urbino, Italia tersebut. Mampukah Rossi mengalahkan egonya pada paruh kedua musim nanti? [Dew/Ikh]


Komentar