Daihatsu: Xenia Full Model Change, Tunggu Tanggal Mainnya Share this
Mobil Baru
Mode baca

Daihatsu: Xenia Full Model Change, Tunggu Tanggal Mainnya

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 16 Januari 2019

TANGERANG - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) percaya diri meski saat ini Grand New Xenia masih tampil dalam balutan minor change saja.

Hadirnya Grand New Xenia merupakan upaya PT ADM untuk tetap menjadikannya sebagai low MPV pilihan masyarakat Indonesia. Padahal, para kompetitornya yang belum lama datang seakan tampil total.

Sementara itu, ubahan Xenia 2019 tak signifikan seperti perkiraan khalayak. Namun, pihak produsen beranggapan sajian pada Grand New Xenia ini sudah cukup. Ditambah lagi pencapaian penjualan Xenia selama 15 tahun berkiprah juga terbilang positif.

"Seperti kita ketahui, low MPV adalah model paling favorit di Indonesia. Sehingga, banyak pemain measuki segmen ini untuk mengikuti Xenia-Avanza. Pada 2004 hanya ada 2 merek, tapi sekarang terdapat 7 merek yang bersaing di segmen ini. Selama 15 tahun Xenia telah terjual lebih dari 643 ribu unit," kata Tetsuo Miura, President Director PT ADM di BSD, Tangerang (15/1).

Lebih lanjut, Amelia Tjandra selaku Direktur Marketing PT ADM mengatakan bahwa ubahan minor change merupakan cara paling bijak. Namun, Ia menyatakan bakal ada kejutan yakni berupa full model change dari Daihatsu Xenia.

"Kenapa (Xenia 2019) belum full model change? Kami melihat tahun lalu demand (model lama) masih tinggi. Oleh karena itu, refreshment yang dibutuhkan masih belum full model change. Kami menganggap dengan minor change yang diberikan ini sudah cukup untuk bisa memenuhi customer Indonesia. Kapan model change? Tunggu tanggal mainnya," seru Amelia.

Meski tak menyebut detail permintaan Xenia hingga 2018 lalu, hal ini sepertinya juga yang mendorong PT ADM untuk mengoreksi target penjualan Xenia di 2019. Memang tidak terlalu banyak, mengingat sekarang adalah tahun politik.

"Untuk Xenia kami menargetkan 3.000 unit di domestik. Angka ini sedikit lebih tinggi daripada pencapaian 2018 sekitar 2.500 unit. Peningkatan sebesar 500 unit atau 20 persen. Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memperkirakan tahun ini pasar mobil stagnan. Pada dasarnya kami mengikuti apa yang sudah dihitung oleh payung kami. (termasuk) memperkirakan juga mengenai tahun politik," tutup Amelia. [Ary/Ari]


Komentar