Ini Cara Toyota Manfaatkan Baterai Bekas Mobil Listrik Share this

Ini Cara Toyota Manfaatkan Baterai Bekas Mobil Listrik

Denny Basudewa
pada 16 Juli 2019

Foto: Pabrik Toyota

PLANO – Toyota bekerja sama dengan berbagai perusahaan berbasis teknologi untuk mendaur ulang baterai bekas mobil listrik buatannya.

Toyota memiliki program untuk merawat lingkungan sekitar dengan tajuk ‘Toyota Environmental Challenge 2050’. Agendanya adalah menawarkan pengembangan berkelanjutan yang bertujuan untuk mencapai beberapa tujuan seperti menghilangkan emisi CO2 dari kendaraan maupun lingkungan sekitar, meminimalisasi penggunaan air, mendaur ulang produk dan mendukung keanekaragaman hayati.

1. Melestarikan taman nasional dengan menggunakan baterai mobil listrik usang

Toyota menggunakan baterai Camry Hybrid bekas yang berbasis Ni-MH (Nickel-Metal Hydride), untuk menyimpan daya dari matahari di peternakan Lamar Buffalo, Yellowstone National Park. Tempat ini menggunakan propana dan bahan bakar diesel untuk menjalankan generator cadangan, ketika solar tidak mencukupi.

2. Membangun sistem air yang dapat didaur ulang

Toyota Amerika Utara memasang sistem permanen yang menampung air hujan untuk didaur ulang. Pada 2018, brand asal Jepang tersebut telah menggunakan kembali 148 juta galon air. Penghematan tersebut dikatakan mampu memberikan 1.351 keluarga di Amerika dalam satu tahun.

3. Menanamkan pola pikir daur ulang

Daur ulang merupakan kebiasaan yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Bagi sebagian orang, membuang sampah di tempat yang seharusnya cukup sulit dilakukan. Karena itu mereka menanamkan pola pikir daur ulang kepada masyarakat.

4. Mempromosikan keanekaragaman hayati di Amerika Utara

Toyota bekerja untuk melindungi spesies, melestarikan habitat dan berbagai wawasan dengan mitra dan komunitas lokal. Dimulai dari lingkungan sendiri, Toyota telah memanfaatkan 1.000 hektar lahan di 12 lokasi yang terlibat dalam program konservasi.

5. Menjalin kerja sama untuk masa depan yang berkelanjutan

Bersama Yayasan Pendidikan Lingkungan Nasional untuk mendukung kegiatan Hari Tanah Publik Nasional (NPLD), Toyota terlibat untuk menghadirkan sukarelawan di 2.100 NPLD. Adapun 169 ribu sukarelawan telah memberikan sumbangsih 680 ribu jam yang senilai dengan Rp 232 triliun.

“Toyota adalah perusahaan besar, bagaimanapun kami masih menjadi satu-satunya entitas dalam ekonomi global. Tetapi ketika perusahaan berbagi keahliannya dengan kelompok lain, solusi ini dapat ditingkatkan ke level yang jauh lebih besar,” ucap Kevin Butt, Toyota General Manager of Environmental Sustainability. [Dew/Idr]


Komentar