Mantap! Toyota Siap Banjiri Indonesia Dengan Mobil Listrik Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mantap! Toyota Siap Banjiri Indonesia Dengan Mobil Listrik

Ahmad  Richad
pada 10 Maret 2020

JAKARTA - PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan bahwa tahun 2020 ini, mereka akan memperbanyak pilihan model kendaraan elektrifikasi.

Model kendaraan yang akan di kembangkan Toyota antara lain, hibrida (Hybrid Electric Vehicle – HEV), model elektrik baterai (Battery Electric Vehicle - BEV) dan kendaraan elektrik hibrida colok (Plug-in Hybrid Vehicle - PHEV).

“Toyota Indonesia berkomitmen untuk ambil bagian dalam upaya menyebarluaskan kendaraan elektrifikasi seperti BEV, PHEV, dan HEV, termasuk teknologi dari termasuk di dalamnya rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan elektrifikasi tersebut,” kata Toyota dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Toyota berencana akan mulai memproduksi kendaraan elektrik hibrida (HEV) di Indonesia pada tahun 2022 mendatang. Nantinya model HEV tersebut tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga untuk pasar ekspor.

Sebelumnya Toyota sudah melakukan ‘Riset dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi’ bersama dengan 6 universitas di Indonesia. Dalam aktivitas tersebut, Toyota menyediakan alat riset berupa 18 unit mobil (6 Prius HEV, 6 Prius PHEV, dan 6 Corolla mesin bakar internal), data loggers, peralatan pengisian daya, dan asistensi teknikal.

“Toyota berharap dapat mendukung target pemerintah Indonesia dalam upaya mewujudkan udara yang lebih bersih melalui penurunan emisi dan mengurangi impor minyak menuju keseimbangan neraca perdagangan yang lebih baik,” lanjut Toyota.

Sebagai informasi, saat ini mobil produksi dari Toyota memiliki kandungan lokal yang lumayan tinggi yakni di level 75% hingga 95%.

Mobil-mobil tersebut juga diekspor dalam bentuk utuh atau Completely Built-Up (CBU), dan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD). Toyota juga ekspor mesin bensin dan etanol, komponen, serta alat bantu produksi ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Pasifik, dan Timur Tengah. [Ric/Idr]


Komentar