Toyota Yakin Banyak Konsumen Tergiur C-HR Hybrid Share this
Berita Mobil
Mode baca

Toyota Yakin Banyak Konsumen Tergiur C-HR Hybrid

Ary Dwinoviansyah
pada 24 April 2019

JAKARTA — Kehadiran Toyota C-HR Hybrid tak hanya akan mengganggu pasar SUV (sport utility vehicle) lain, tetapi juga diyakini mendulang penjualan lebih besar ketimbang C-HR bensin konvensional.

Sejatinya, dirilisnya Toyota C-HR Hybrid guna mendampingi varian C-HR bermesin konvensional. Namun, debut C-HR bermesin bensin dan motor listrik ini mengejutkan karena harga jualnya hanya berselisih Rp 31 juta dengan versi bensin. 

Seperti diketahui, Toyota C-HR Hybrid dipasarkan Rp 523.350.000,00 (on-the-road Jakarta). Sementara Toyota C-HR adalah Rp 492.350.000 di mana keduanya peruntukkan model single tone. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai pergeseran minat konsumen dari yang sebelumnya ingin membeli versi mesin konvensional menjadi hybrid. 

"Kami memang memperkirakan ada pergeseran dari konsumen ini karena perbedaan harganya yang relatif kecil. Kami rasa ini (harga) tidak terlalu tinggi secara psikologis. Bagi mereka hanya menambah sekitar Rp 30 jutaan, tapi sudah dapat hybrid dengan fitur seperti ini rasanya setimpal," ucap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT. Toyota Astra Motor (TAM) saat peluncuran di Jakarta Selatan (22/4). 

Jadi, wajar jika PT TAM punya target lebih tinggi untuk menjual Toyota C-HR Hybrid yakni 40 unit sebulan. Sementara varian C-HR bensin biasa hanya 10 unit saja. Padahal, saat peluncuran versi mesin konvensional itu PT TAM mematok penjualan sebanyak 30 unit. 

Selisih harga tadi tentu dapat menjadi pertimbangan bagi para calon konsumen. Ditambah lagi, Toyota C-HR Hybrid sangat menarik untuk dipilih. Salah satu acuannya bisa dilihat dari kinerja antara kolaborasi mesin bensin 1.800 cc dengan motor listriknya. 

Bahkan, Toyota C-HR Hybrid dinyatakan punya konsumsi BBM (bahan bakar minyak) lebih efisien 62 persen dan emisi gas buang CO2 lebih rendah 60 persen dibanding C-HR bermesin konvensional. Lebih lanjut, Anton memprediksi permintaan akan datang dari kota-kota besar di Indonesia. 

"Dominasi ada di Jakarta, kemudian di kota besar lain seperti Surabaya, Bandung dan di luar pula Jawa. Tapi, pemesanan dari dealer mana pun akan kami penuhi," tutp Anton. [Ary/Idr]


Komentar