Shell Helix Eco, Oli Mesin Buat LCGC Share this

Shell Helix Eco, Oli Mesin Buat LCGC

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 06 Juni 2018

JAKARTA - Shell Helix Eco hadir untuk memenuhi kebutuhan oli mesin yang dibutuhkan oleh LCGC (low cost green car) seperti Toyota Calya dan sejenisnya.

Shell Lubricants Indonesia merilis pelumas terbaru bernama Shell Helix Eco peruntukan LCGC. Artinya, oli mesin ini bisa menjadi pilihan bagi mobil-mobil seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Toyota Agya, Daihatsu Agya,Datsun Go dan Go+, Suzuki Karimun Wagon R dan Honda Brio Satya.

"Produk ini juga dibuat khusus untuk pasar Indonesia," buka Mario Viarengo, Vice President Marketing Lubricants PT Shell Indonesia di Sheraton Hotel, Gandaria, Jakarta Selatan (5/6/2018).

Edward Satrio, VP Consumer Brand Helix & Advance PT Shell Indonesia menerangkan bahwa oli mesin tersebut merupakan produk pertama Shell yang diracik khusus untuk mobil-mobil berharga terjangkau tersebut. Satu alasannya adalah karena pertumbuhan penjualannya yang terus naik.

"Mesin ini muncul sekitar 3-5 tahun belakangan dan pasarnya terus tumbuh. Untuk itu, kami berupaya menghadirkan pelumas yang tepat karena meski kapasitas mesinnya kecil, tapi sudah canggih dan bertenaga," ungkap Edward.

Oli Mesin Toyota Calya LCGC Shell Helix Eco

Agar bisa mendukung performa mesin tetap maksimal, Shell Helix Eco sudah menggunakan teknologi ACT (Active Cleansing Technology). Fungsinya adalah membersihkan endapan kotoran di dalam mesin, sehingga tetap bersih dan tahan lama.

"Residu kotoran tidak boleh menempel di mesin. Dengan ACT ini kotoran akan diambil untuk kemudian dibuang oleh oli," ujar Shofwatuzzaki, Shell Lubricants Technical Manager Indonesia.

Dia juga menambahkan faktor yang tak kalah penting adalah oli mesin bukan lagi API SN saja, melainkan sudah memenuhi standar tertinggi dari International Lubricant Standardization and Approval Committee (ILSAC) GF-5.

"Oli ILSAC GF-5 itu sudah pasti API SN. Perbedaannya, pengujian agar oli bisa memenuhi ILSAC GF-5 lebih ketat. Pertama, oli harus bisa membantu penghematan bahan bakar. Kedua, soal ketahanan mesin pada temperatur tinggi dan terakhir mengenai stabilitas busa. Semakin banyak busa yang ada di bak mesin akan berbahaya dan LCGC itu membutuhkan oli yang tidak menimbulkan busa," lanjut Zaki.

Maka dari itu Shell Indonesia mengklaim keluarga baru Shell Helix ini sangat cocok untuk LCGC. Dengan menggunakan Shell Helix Eco tenaga dari mesin lebih baik dari tarikannya pun menjadi lebih halus.

Selain itu, mereka juga coba memberikan identitas yang menerangkan bahwa pelumas ini spesifik buat LCGC. Hal tersebut terlihat pada packaging di mana terdapat tulisan LCGC, diformulasi khusus untuk mesin hingga 1.2-liter dan yang membuatnya lebih pas adalah oli ini dikemas 3,5 liter.

"Kami ingin mengedukasi ke pasar agar menggunakan produk yang tepat untuk mobil mereka dan dengan volume 3,5 liter maka tidak ada pelumas yang terbuang atau tidak terpakai," sahut Edward.

Shell Helix Eco hadir dalam dua pilihan yakni Shell Helix Eco 0W-20 (Full Synthetic) yang dijual Rp 325 ribu dan Shell Helix Eco 5W-30 (Synthetic) yang bisa dibeli dengan harga Rp 305 ribu. Harga yang cukup kompetitif untuk Toyota Calya dan pemain LCGC lainnya. [Ary/Ari]


Komentar