Sepedamotor Masih Jadi Mesin Pembunuh Nomor Satu di Indonesia Share this
Berita Motor
Mode baca

Sepedamotor Masih Jadi Mesin Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Syubhan Akib
oleh Syubhan Akib
pada 07 Desember 2015

JAKARTA - Volume penjualan sepedamotor terus meningkat dari tahun ke tahun membawa dampak buruk bagi masyarakat Indonesia. Kendaraan roda dua ini dianggap sebagai mesin pembunuh nomor satu di jalanan Indonesia.

Dalam data kepolisian menyebutkan kalau di 2014 sepedamotor terlibat dalam kecelakaan lalu lintas hingga 108.883 kecelakaan. Angka itu sangatlah besar karena mobil penumpang dan mobil barang saja masing-masing hanya terlibat dalam 18.147 kecelakaan dan 19.247 kecelakaan.

Menurut Kabid Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Korlantas Polri Kombes Pol Drs. Unggul Sedyantoro, Msi., hal itu dikarenakan pertambahan jumlah kendaraan memang terbanyak adalah sepeda motor.

Apalagi, peningkatan jumlah motor itu tidak disertai dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan mengemudi di jalan.

Makin mengenaskan lagi karena usia yang paling banyak terlibat kecelakaan adalah mereka yang sedang dalam usia produktif yakni antara 16-30 tahun.

Namun pemerintah, menurut AKBP Suparman dari Pusdiklantas Serpong, memiliki rencana untuk mengurangi jumlah kecelakaan menjadi 50 persen di 2020 bila dibanding 2010. Pada 2035, pemerintah berharap jumlah kecelakaan akan makin berkurang lagi dengan pengurangan sebesar 80 persen.

Salah satu caranya adalah dengan mengimplementasikan Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang terdiri dari 5 pilar yakni Manajemen Keselamatan Jalan, Jalan yang Berkeselamatan, Kendaraan yang berkeselamatan, Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan dan Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan.

Alasannya, selain meresahkan dari sisi keamanan dan keselamatan, kecelakaan juga berbahaya bagi ekonomi bangsa. Karena kerugian ekonomi nasional dari dampak kecelakaan lalulintas mencapai 2,9 persen dari pendapatan bruto domestik (GDP). [Syu/Idr]


Komentar