Gunakan Smartphone Saat Berkendara Masih Mengkhawatirkan Share this
Berita Mobil
Mode baca

Gunakan Smartphone Saat Berkendara Masih Mengkhawatirkan

Adi Hidayat
pada 03 Agustus 2017

Foto: Seorang pengemudi menggunakan smartphone (Foto: TransportXtra)

LONDON - Jumlah kecelakaan di jalan di mana smartphone adalah penyebabnya telah meningkat sebesar 24 persen dalam lima tahun terakhir. Ketergantungan terhadap smartphone yang hadir di tengah kehidupan mereka sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahkan lebih miris lagi, bahwa jutaan pengemudi di London tidak tahu aturan penggunaan ponsel. Artinya kampanye pemerintah dan polisi betapa bahayanya menggunakan

ponsel saat mengemudi tidak diindahkan oleh pengemudi. Atau banyak pengendara masih mencemooh hukum dan membahayakan kehidupan mereka dan pengguna jalan lain.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena statistik pemerintah terbaru menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah kecelakaan sebesar 24

persen di mana faktor penyebabnya adalah pengemudi terganggu oleh penggunaan telepon genggam.

Menurut studi perusahaan body and repair, Kwik Fit beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa sepertiga (34 persen) pengemudi masih menggunakan ponsel tanpa handsfree. Smartphone digunakan untuk berbagai keperluan mulai mencari jalan hingga sekedar membaca pesan singkat.

Dalam studi tersebut, lebih dari 26 persen pengemudi menyatakan menggunakan fitur satnav atau GPS dari telepon genggam, sementara satu dari lima pengendara mengatakan bahwa mereka menerima telepon (19 persen) dan membaca pesan teks 17 persen).

Beberapa pengemudi mengklaim bahwa mereka hanya menggunakan telepon genggam saat dalam keadaan darurat, namun lebih dari setengah juta pengendara mobil mengaku di Inggris melakukan panggilan saat melakukan aktivitas mengemudi.

Apakah ini karena ketidakpatuhan masyarakat? Sebab, dalam studi yang dilakukan mengungkap, bahwa empat bulan sejak diresmikan peraturannya, banyak pengemudi tetap tidak menyadari hukum telah berlaku.

Pengemudi yang tidak menyadari hukuman yang berlaku mencapai hingga 43 persen, sedangkan 47 persen adalah pengemudi yang tak taat pada peraturan. Bahkan mereka tak menyadari pernah tertangkap menggunakan telepon tanpa handsfree, di mana ini potensi akan kehilangan lisensi mengemudi mereka.

Kwik Fit menemukan pengemudi yang menggunakan handphone saat sedang berkendara datang dari usia produktif antara 18-24 tahun yaitu sebesar 40 persen. Temuan lain adalah jumlah kecelakaan hingga memakan korban jiwa meningkat 25 persen antara 2011 dan 2015, di mana sebanyak 22 orang per tahunnya.

Kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas ini membuat pemerintah setempat menggalakkan pelarangan penggunaan handphone saat berkendara di London. Kwik Fit mencatat masyarakat Inggris bagian timur paling taat aturan. Di sini hampir seperempat masyarakatnya (24 persen) mengakui melanggar undang-undang lalu lintas.

"Temuan penelitian ini sangat mengkhawatirkan. Sementara produsen mobil telah membuat langkah besar dalam meningkatkan keamanan. Sangat penting bahwa pengemudi harus ingat bahwa mereka adalah "fitur keselamatan" paling penting dalam kendaraan," tutup Roger Griggs, communications director Kwik Fit. [Ikh/Ikh]


Komentar