Final Trial Game Asphalt 2018: Gerry Salim dan Doni Tata jadi Bintangnya

Doni Tata dan Gerry Salim di Final TGA 2018.

MALANG – Gerry Salim dan Doni Tata menjadi bintang dalam pertarungan puncak Trial Game Asphalt (TGA) 2018 di Stadion Kajuruhan, Malang (15/12).

Sesuai dugaan awal, laga final TGA 2018 ini bakal menyajikan persaingan sengit. Pertama, Doni Tata selaku pemimpin klasemen kelas FFA 250 jelas ingin mempertahankan gelar juara tahun lalu. Namun, upayanya tersebut juga bakal mendapatkan ganjalan dari Tommy Salim. Ditambah lagi keikutsertaan Gerry Salim dan pembalap tamu yaitu Dimas Ekky yang turun di kelas serupa.

Benar saja, Tommy Salim mampu menjuarai balapan Moto 1. Selanjutnya, di Moto 2 sang adik Gerry Salim finish terdepan. Meski demikian, Doni Tata yang hanya finish ke 4 dan 5 di dua balapan itu sudah mampu mengunci gelar juara umum kelas FFA 250 di TGA 2018.

Mantan pembalap Moto2 tersebut mengumpulkan total 225 poin dari 4 seri penyelenggaraan TGA 2018. Sedangkan Tommy Salim harus puas menjadi runner up musim ini dengan pencapaian 203 poin. Dengan begitu, Doni Tata sukses mengoleksi dua gelar berturut-turut di kategori utama ini.

“Saya berusaha mengamankan poin dengan tetap finish. Menyempurnakan poin tertinggi agar tetap menjadi juara umum. Hal Ini tidak mudah karena balapannya sangat kompetitif. Kami tidak hanya bersaing di sirkuit, tetapi juga berkompetisi dalam stamina mesin, performa mekanik dan tentunya jam terbang pebalap. Itu merupakan tantangan dan saya sangat gembira berhasil menjadi juara umum,” ujar Doni Tata.

Perang gengsi justru terjadi di kelas FFA 450 International. Apalagi, pihak Djarum 76 selaku pemilik event mengundang tiga pembalap Germain Vincenot (Prancis), Lewis Cornish (Inggris) dan Jan Deitenach (Jerman) ke Malang. Bukan rider sembarangan karena ketiganya berstatus juara dunia supermoto. Hal ini tentu melecutkan adrenalin para pembalap Indonesia untuk tampil maksimal.

Adalah Gerry Salim yang mampu meredam perlawanan tangguh mereka. Pembalap asal Surabaya itu bahkan berhasil menjadi juara di dua balapan (Moto 1 dan Moto 2). Namun, bukan hal mudah baginya untuk bisa mengatasi serangan para pembalap internasional itu terutama Vincenot ketika berebut juara di Moto2.

“Germain menjadi lawan tangguh buat saya di balapan ini. Dia punya permainan bagus. Setiap kali masuk tikungan, Germain mampu bermain dengan slide sempurna. Tapi, dari awal saya terus berusaha mencapai limit. Perjuangan saya terbayar karena bisa menjadi yang terbaik di kelas FFA 450 Internasional,” kata Gerry Salim.

Gerry Salim mengaku bangga bisa mengalahkan mereka. Namun, Ia sangat senang karena penyelenggara mendatangkan mereka. Dengan begitu, balapan menjadi seru dan lebih kompetitif.

Selain itu, perebutan gelar juara umum juga terjadi di kelas Trail 175 Non Pro dan Trail 175 Open. Erick Chandra berhasil merajai kelas Trail 175 Non Pro dengan 202 poin setelah finish tercepat dalam dua kali race. Sementara di Trail 175 Open, gelar juara umum digenggam Farudilla Adam. Dua kali finish sebagai runner up sudah cukup membuat pebalap kelahiran Malang ini menghuni puncak klasemen dengan total 212 poin.

Keseruan tidak hanya terjadi di lintasan balap, Trial Game Asphalt juga secara serius menggarap sisi entertaiment di luar arena. Dengan konsep sportainment, perpaduan antara sport dan entertaiment mampu memuaskan “dahaga” ribuan penggemar supermoto yang hadir. Performance musik terus mengiringi jalannya lomba hingga saat penentuan juara umum.

Ajang TGA sendiri tidak akan berhenti di sini. Mario CSP dari Djarum 76 sudah mengumbar bahwa ajang serupa bakal digelar lagi tahun 2019 mendatang. Tentunya dengan konsep yang kian atraktif dan menarik untuk ditonton khalayak. [Ary/Ari]