Final Trial Game Asphalt 2018 Dijamin Berkelas Dunia Share this
Balap Lain
Mode baca

Final Trial Game Asphalt 2018 Dijamin Berkelas Dunia

Ary Dwinoviansyah
pada 12 Desember 2018

Foto: Gerry Salim, Dimas Ekky dan para juara balap Supermoto Dunia hadir di Final Trial Game Asphalt 2018.

JAKARTA - Final Trial Game Asphalt 2018 bakal menyajikan pertarungan kelas dunia berkat hadirnya beberapa pembalap supermoto internasional.

Laga puncak Trial Game Asphalt 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (14-15/12) bakal memanas. Selain perburuan gelar juara nasional, seri pamungkas nanti juga akan diikuti tiga pembalap supermoto dunia.

Ketiga pembalap tersebut adalah Lewis Cornish (Inggris), Germain Vincenot (Prancis) dan Jan Deitenach (Jerman). Bukan rider sembarangan, karena mereka adalah pemegang titel di kejuaraan supermoto dunia.

"Di tahun kedua ini kami ingin banyak pembalap yang tampil dan adanya pembalap internasional akan membuat balapan makin kompetiif dan mereka juga bisa menujukkan skill-nya di sini," buka Mario CSP dari Djarum 76 di Jakarta Selatan (12/12).

Ketiga pembalap ini pun mengaku sangat antusias menghadapi pertarungan akhir pekan nanti. Agar bisa memuaskan hasrat sekaligus memicu adrenalin mereka, pihak penyelenggara juga sudah menyiapkan trek memadai dan sudah dipastikan faktor keselamatannya.

"Kami sudah menyiapkan sirkuit yang bagus dan layak sesuai regulasi. Dengan panjang trek sekitar 1 km dan lebar antara 5-6 meter. Pemilihan Kanjuruhan karena aspal di sini bagus dan penggemar supermoto-nya juga banyak," sahut Tjahyadi Gunawan dari Genta Auto & Sport.

Cornis, Vincenot maupun Deitenach memang belum pernah mencicipi persaingan di balapan ini. Mereka juga masih buta membaca kekuatan para rider Tanah Air. Namun, pastinya keberadaan mereka di kelas FFA 450 bakal mengacaukan persaingan pemburu gelar juara nasional.

Pertarungan di final bakal lebih seru lantaran pemilik acara turut pula mendaulat Dimas Ekky dan Gerry Salim terjun di sana. Seperti diketahui, Gerry selaku 76Rider sudah memperlihatkan persaingannya. Apalagi, di Kanjuruhan nanti pembalap yang tahun ini berkompetisi di balap CEV International Championship dan Red Bull Rookie turun di 4 kelas yaitu Trail 175 Open, Trial 250 Open, FFA 250 dan FFA 450.

Sedangkan Dimas hanya akan terjun di dua kelas bebas, FFA 250 dan FFA 450. Tapi, pembalap Moto2 2019 itu mengaku tak punya persiapan khusus di kedua kelas yang akan diikutinya.

"Saya belum ada persiapan khusus karena baru sampai Jakarta minggu lalu. Saya juga sudah sempat latihan supermoto. Tapi, untuk setup langsung di sirkuit saja sekaligus untuk mengetahui teknik para rider internasional supermoto dan sekalian persiapan untuk race (Moto2) tahun depan," tutur Dimas.

Trial Game Asphalt 2018 juga akan diikuti tak kurang dari 121 starter. Mereka akan terbagi ke dalam empat kategori yaitu Pro, Non Pro, Komunitas dan Master. Menariknya, salah satu kelas favorit, FFA 250 kelebihan peserta. Untuk itu, akan diberlakukan sistem penyisihan terlebih dahulu pada siang hari sebelum balapan di malam hari. [Ary/Ari]


Komentar