Mobil Otonom Bisa Tersenyum untuk Keselamatan Pejalan Kaki Share this

Mobil Otonom Bisa Tersenyum untuk Keselamatan Pejalan Kaki

Muhammad Ikhsan
pada 19 September 2016

Foto: Smiling car untuk mobil otonom

GOTHENBURG - Sejumlah perusahaan otomotif cukup agresif mengembangkan mobil bergerak otomatis (otonom) yang mampu bergerak tanpa campur tangan manusia. Jika tiba pada waktunya, "bom mobil otonom" akan meledak dan mewarnai di setiap sudut jalan perkotaan.

Kekhawatian pun timbul, bahwa mobil otonom sangat berbahaya untuk pejalan kaki. Hal tersebut membuat pabrikan mobil untuk melengkapi mobil-mobil otonom dengan alat-alat pemindai jarak di sekeliling badan mobil, juga kamera-kamera kendali perjalanan serta sebuah sensor di depan untuk mengantisipasi kondisi di depan mobil.

Namun sejumlah alat itu saja dirasa tidak cukup. Pedestrian (pejalan kaki) tidak merasa aman ketika tidak ada kepastian dari pengemudi mobil.

Di sejumlah kota-kota besar, driver dan pejalan kaki kerap berkomunikasi dengan kontak mata atau bahasa tubuh (gerakan tangan). Kondisi tersebut solusi untuk mempersilakan penyeberang jalan tanpa adanya cedera. Hal ini tidak bisa ditemui pada mobil otonom.

Untuk mencoba dan memecahkan masalah, sebuah perusahaan Swedia telah mengembangkan mobil yang mampu tersenyum untuk pejalan kaki. Pasalnya menurut perusahaan berbasis di Jerman, Semcon, delapan dari sepuluh pejalan kaki harus kontak mata dengan pengemudi sebelum mereka menyeberangi jalan.

Penuturan beberapa pejalan kaki lebih lega ketika sudah ada kepastian dari pengemudi itu sendiri. Untuk itu fitur mobil tersenyum diharapkan tersimpan pada mobil-mobil otonom. Fitur tersebut harus berada di bagian grille.

Ketika tidak "berkomunikasi" dengan pejalan kaki, sistem menunjukkan tanda garis. Namun ketika ada pejalan kaki, fitur otomatis menampilkan senyuman sebagai tanda aman pedestrian menyeberang.

Seperti yang bisa kita lihat dalam video singkat menggunakan mobil Mazda6.

Sejauh ini tidak disebutkan nama perusahaan yang mengembangkan fitur masa depan tersebut, meski menggunakan perusahaan mobil asal Jepang. Tapi tujuan awal pengembangan fitur ini guna meningkat keselamatan para pejalan kaki ketika "terapit" mobil otonom di masa depan. [Ikh]


Komentar