Kawasaki Belum Tergiur Jual Skutik di Indonesia Share this
Berita Motor
Mode baca

Kawasaki Belum Tergiur Jual Skutik di Indonesia

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 25 Februari 2017

Foto: Skutik Kawasaki untuk pasar Eropa

SURABAYA - Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menyatakan bahwa mereka belum tergiur memasarkan skuter matik. Padahal, pabrikan dengan ciri khas warna hijau itu telah memiliki J300 dan J125 atau versi downgrade yang menyodorkan mesin lebih kecil untuk pasar Eropa.

Apa alasan Kawasaki hingga tak tertarik meniagakan skutik di dalam negeri?, sementara para pesaingnya, Honda dan Yamaha terus menggelontorkan kendaraan sejenis.

Kazuya Ikebuchi selaku General Manager Marketing Division PT KMI kepada Otospirit mengatakan, harga skutik yang cukup tinggi ketika masuk Indonesia salah satu penghambat rencana mereka.

Memang Kawasaki menjual J300 di Eropa dengan harga Rp 90 juta, sementara versi ABS dibanderol Rp 7 juta lebih mahal. Untuk model di bawahnya, J125 versi ditawarkan dengan harga di atas Rp 50 juta.

"Ini sangat tidak masuk akal ketika skutik-skutik tersebut dipasarkan di Indonesia. Terlalu mahal," papar Ikebuchi di Surabaya, Sabtu (25/2/2017).

Ikebuchi menyadari pergerakan volume penjualan skutik terus bergerak naik. Skutik mendominasi penjualan sepedamotor di Indonesia, kontribusinya di atas 70 persen pada tahun lalu.

Ikebuchi pun tidak bisa menampik pihaknya terus mempelajari kemungkinan hal itu terjadi di pasar roda dua Indonesia. KMI dalam memasarkan sepedamotor tidak hanya melihat dari sisi kebutuhan, namun juga ke arah lifestyle secara individu konsumennya.

Menurut Ikebuchi, saat ini Kawasaki fokus pada motor-motor sport dan entah sampai kapan baru bisa menyediakan "motor tanpa gigi". Kendati demikian, memasarkan skutik di Indonesia bisa saja terwujud di masa mendatang. Misal KMI memaksa untuk minimal melakukan CKD demi menekan harga jualnya atau mungkin mengembangkan sendiri skuter matik untuk pasar Indonesia yang tentunya dengan harga lebih kompetitif. [Ikh]


Komentar