Jimny, Mobil 'Perang' yang Bawa Kenangan dan Janji Baru Share this
Berita Mobil
Mode baca

Jimny, Mobil 'Perang' yang Bawa Kenangan dan Janji Baru

Indra Prabowo
pada 22 Juli 2019

TANGERANG – Dijual kembalinya Suzuki Jimny di Indonesia tiba-tiba mengingatkan saya kembali dengan kenangan puluhan tahun silam, ketika saya masih duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama).

Suatu seorang sahabat ayah saya menyambangi rumah saya di bilangan Kebayoran Lama, mengendarai Jimny Jangkrik (Seri LI80) warna coklat. Beberapa kali saya duduk di belakang diajak mereka jalan-jalan.

Headroom room rendah, kabin kecil, duduk di belakang berhadap-hadapan, serta ‘melompat-lompat’ saat melintasi lintasan tidak rata menjadi kenangan yang tidak dapat dilupakan.

Sebagai orang lapangan, dirinya selalu membawa Jangkrik ke mana saja. Tidak berlebihan raasanya jika saya berpendapat Jimny adalah mobil 'perang'.   

Sosok Suzuki Jimny sendiri telah melekat di dunia offroad dan para penggila offroad dunia termasuk Indonesia. Diluncurkan pertama kali di Indonesia pada 1979 dengan nama bekennya “Jimny Jangkrik” seri LJ80 langsung mengantarkan Jimny sebagai salah satu mobil ikonik.

Dengan dimensi kecil, bertubuh kotak, dan bermesin kecil, namun Jimny sangat bisa diandalkan oleh para offroader untuk menembus medan-medan ganas. LI80, misalnya, dengan mesin 800cc.

Selepas LI80, Suzuki pun menetaskan turunan yang diproduksi hingga tahun 1981, yaitu LJ-80V dan LJ-80Q dengan pintu dari bahan metal.

Pada 1982, Suzuki Katana (Jimny SJ410) menggantikan si “Jangkrik” yang selama 3 tahun bertugas. Pada generasi kedua ini Katana mengandalkan mesin 1.000 cc. Jika pada generasi I Jimny  menggunakan gerak empat-roda (4WD), di masa ini Suzuki mengubah haluan dengan menjual versi 4x2.

Kendati Suzuki tidak lagi meniagakan versi Jimny 4x4, toh, menurut Suzuki, puncak popularitas Jimny Katana mencapai puncak pada masanya. Tubuh yang compact, mudah dimodifikasi, lincah bermanuver dan tangguh berpetualang tetap menjadi daya tarik orang-orang untuk memilikinya. 

Generasi kedua Jimny pun hadir dengan versi long wheelbase “Jimny Long”. Pada tahun 2004 Suzuki meluncurkan Jimny SJ413 atau Carribian dengan model paling berbeda. Jimny Carribian yang masih masuk dalam generasi kedua Jimny punya sebuah extra-cab dan menyerupai pick-up dan dipersenjatai mesin lebih besar, 1.300 cc.

Sayangnya, generasi ketiga Jimny (Seri JB33) butuh waktu yang sangat lama untuk masuk ke Indonesia. Bahkan, generasi ketiga dijual ke Indonesia di akhir masa tugasnya 2017, padahal diluncurkan pada 1998 pertama kali.

Jimny Wide, nama popular untuk generasi ketiga Jimny ini dibekali mesin 1.300 cc dan system 44. Kehadiran Jimny Wide seolah memberikan sinyal untuk kedatangan generasi keempat yang saat ini dijual di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.     

Antusiasme para penggemar Jimny kembali bangkit ketika generasi ketiganya dijual sekaligus menjadi pelepas dahaga. Dan generasi keempat Jimny, yang diluncurkan di GIIAS 2019, dipercaya akan mengobati rasa kangen tersebut.

Bagi orang seperti saya, dan juga banyak orang lainnya, all-new Jimny akan memutar kembali kenangan-kenangan indah sekaligus membawa janji baru yang patut kita buktikan. [Idr]

Sejarah Jimny di Indonesia:
Suzuki Jimny LJ80 (1979-1984)
Suzuki Jimny SJ410 (1985-1993)
Suzuki Jimny SJ413 (2004-2007)
Suzuki Jimny JB33 (2017)


Komentar