Harga Jimny Kian Naik, Ini Sebabnya Share this
Berita Mobil
Mode baca

Harga Jimny Kian Naik, Ini Sebabnya

Insan Akbar
pada 01 Oktober 2019

TANGERANG – Harga Jimny di area Jakarta dan sekitarnya naik puluhan juta rupiah akibat kenaikan Bea Balik Nama (BBN) dari 10 persen menjadi 12,5 persen.

Warga Ibu Kota peminat Jimny tak hanya harus menunggu pengiriman unit dalam waktu amat lama, tapi juga mesti merogoh kocek lebih dalam. Eksekutif agen pemegang merek Suzuki di Indonesia mengatakan per September 2019 harga harga naik Rp 20 juta untuk masing-masing tipe hanya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

“Salah satu faktonya BBN, sih. Yang naik 2,5 persen itu,” ucapnya di sela-sela test drive Jimny pada Senin (30/9/2019) di Sirkuit Off-Road Pagedangan, Tangerang.

Berdasarkan penelusuran Mobil123.com di situs resmi Suzuki Indonesia, Jimny kini berbanderol on-the-road Jakarta Rp 335.500.000 untuk untuk tipe Single Tone MT, dilanjutkan dengan Rp 348.000.000 (Single Tone AT), Rp 337.500.000 (Dual Tone MT), dan Rp 350.000.000 (Dual Tone AT).

Sebelum kenaikan, banderolnya adalah Rp 315.500.000 (Single Tone MT), Rp 328.000.000 (Single Tone AT), Rp 317.500.000 (Dual Tone MT), Rp 330.000.000 (Dual Tone AT). Jimny generasi terbaru sendiri resmi meluncur di Tanah Air melalui pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada akhir Juli lalu di Serpong.

“Kami usahakan enggak ada kenaikan lagi. Tergantung regulasinya,” lanjut Donny.

Konsumen yang Belum Terima Unit
Lantas, bagaimana dengan konsumen yang baru menaruh uang tanda jadi dan masih menunggu unit? Pasalnya, inden Jimny bisa berlangsung hingga empat tahun di kota-kota besar, termasuk tentunya Jakarta.

Donny menjelaskan bahwa mereka yang sudah memesan tapi belum mendapatkan unit akan mengikuti perkembangan harga baru. Hal ini sudah diinformasikan ketika mereka melakukan order di awal.

“Pada saat mereka inden sudah ada kesepakatan bahwa mereka akan mengikuti harga atau pun peraturan baru. Pada saat BBN naik, ya, berarti (harga mobil) mereka juga kena. Kalau NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) naik, mereka juga terkena,” papar dia.

Saat ini, Suzuki sedang berdiskusi dengan prinsipal mereka di Jepang untuk memproduksi lokal Jimny di pabrik Cikarang, Bekasi. Mereka bersaing dengan sesama negara Asia yakni India. [Xan/Ari]


Komentar