Chevrolet Rilis Dua Model Baru Tahun Depan Share this
Berita Mobil
Mode baca

Chevrolet Rilis Dua Model Baru Tahun Depan

Muhammad Ikhsan
pada 10 November 2016

Foto: All-new Trailblazer di salah satu lokasi di Jakarta

JAKARTA - General Motor (GM) Indonesia akan meluncurkan dua model baru Chevrolet tahun depan. Kedua mobil baru itu akan menggairahkan pasar otomotif Indonesia karena sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Gaurav Gupta selaku Presiden Direktur General Motors Indonesia mengatakan, dua mobil baru Chevrolet itu adalah model SUV dan sedan yang akan diluncurkan pada waktu berdekatan dimulai Januari 2017.

"Pada dasarkan kami akan meluncurkan model-model yang menyesuaikan keinginan pasar dan kami mengikuti tren perkembangan pasar otomotif Indonesia," kata Gaurav Gupta di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Dijelaskan Gaurav Gupta, dengan adanya model baru itu maka pangsa pasar GM Indonesia akan terus meningkat.

Sejak penutupan pabrik GM Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, merek asal Amerika Serikat itu fokus memasarkan model Orlando, Captiva dan Trax. Dan masuknya dua model baru Chevrolet tentu memberikan angin segar kepada para pecinta Chevrolet di Indonesia.

Sayang, pria berdarah India itu tidak menjelaskan dua model baru yang akan diluncurkan, namun Ia mengaku sangat optimistis dengan kedua model tersebut akan menemani konsumen dalam beraktivitas.

Diduga model SUV yang dimaksud adalah all-new Chevrolet Trailblazer yang telah diluncurkan di Thailand pada Agustus tahun ini. SUV itu dilengkapi mesin 2.5-liter Duramax empat-silinder turbo-diesel dengan Variable Geometry Turbocharger dengan rentang harga mulai Rp 473 – Rp 562 juta.

Sementara itu model sedan adalah salah satu mobil Chevrolet yang cukup populer di pasar otomotif global. Gaurav meyakini pihaknya tidak terganjal dengan kondisi pasar otomotif Indonesia yang terus disesaki kendaraan jenis SUV dan MPV.

Namun sebaliknya pasar mobil sedan akan kembali bergairah di Indonesia. Sebab pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memangkas pajak penjualan barang mewah (PPnBM) atas mobil sedan, seperti yang diminta oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Sejak lama Gaikindo meminta pemerintah menurunkan PPnBM mobil sedan dari 30 persen menjadi 10 persen. Kebijakan ini diharapkan akan mampu mendongkrak penjualan mobil sedan dan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil sedan.

"Kami melihat penjualan mobil sedan di Indonesia akan meningkat jika kebijakan penurunan pajak untuk mobil dikaji ulang. Maka dari itu kami melihat potensi penjualan sedan akan naik" tutup Gaurav. [Ikh]


Komentar