Bahaya Berkendara dalam Pengaruh Obat-Obatan Share this
Tips
Mode baca

Bahaya Berkendara dalam Pengaruh Obat-Obatan

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 15 Maret 2016

JAKARTA - Rasa lelah semenjak di jalan dan kantor sangatlah tinggi sehingga terkadang kondisi tubuh menurun dan memaksa orang untuk mengonsumsi obat-obatan. Namun obat-obatan tersebut mempunyai dampak yang besar dan cukup berbahaya apabila Anda mengkonsumsi dan mengendarai kendaraan.

Seperti yang telah diketahui bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi ketika seseorang di bawah pengaruh obat-obat terlarang. Namun ternyata tidak hanya obat-obatan terlarang saja yang dapat menyebabkan kecelakaan melainkan juga obat-obatan medis. Mengapa obat medis dapat menyebabkan kecelakaan?

Seringkali kita mengonsumsi obat batuk, antibiotik, obat alergi tanpa menyadari efek samping dari obat-obat tersebut. Obat medis dapat menyebabkan berbagai macam efek samping, antara lain rasa kantuk, mengurangi sistem koordinasi tubuh serta dapat membuat reflek menjadi lambat layaknya alkohol.

Obat-obatan illegal juga dapat menimbulkan berbagai macam efek samping yang dapat membahayakan kita dalam mengemudi. Ganja, kokain, ekstasi, ketamin dan LSD memiliki berbagai macam efek samping antara lain mengganggu konsentrasi, mengurangi tenaga, membuat jantung berdetak dengan sangat cepat, perilaku tidak terkontrol, halusinasi, panik dan adrenalin yang berlebih.

Obat illegal yang dipadukan dengan alkohol dapat menjadi sangat berbahaya bagi pengendara itu sendiri dan pengendara lain dan hal ini sudah terbukti. Melaju dengan sangat cepat untuk membuat konsentrasi terjaga juga sangatlah berbahaya apalagi ketika masih mengkonsumsi obat-obatan.

Jagalah kondisi kesehatan Aanda dan berusahalah agar tidak mengemudi kendaraan di bawah pengaruh obat. Seringan apapun efek samping obat akan sangat berbahaya apabila Anda tetap menghiraukannya  apalagi dalam keadaan mengemudi. Berkendaralah dengan selamat untuk diri sendiri dan orang lain. [Amo/Idr]


Komentar