Bagaimana Kerja RPM pada Kendaraan? Share this
Tips
Mode baca

Bagaimana Kerja RPM pada Kendaraan?

Denny Basudewa
pada 25 Juli 2016

Foto: RPM Pada Mobil Matik Seringkali Diabaikan

JAKARTA – RPM merupakan singkatan dari Rotasi Per Menit atau Revolusi Per Menit. Banyak orang mengira bahwa fungsi RPM adalah pengingat untuk pindah gigi saja.

Sejatinya, RPM atau biasa disebut takometer adalah alat untuk mengetahui jumlah putaran komponen dalam mesin. Pada umumnya, RPM ditunjukkan dalam bilangan ribuan. Jika takometer berada pada angka 4 berarti komponen bergerak dalam mesin berputar 4000 tiap menit.

Pada beberapa kendaraan, indikator tersebut ditampilkan dalam bentuk digital, namun tidak jarang pabrikan yang masih menggunakan indikator manual atau jarum.

Pada mesin bertransmisi matik, pengendara tidak perlu memperhatikan RPM karena sudah diatur secara otomatis. Mesin jenis ini telah dirancang untuk melakukan perpindahan gigi dengan tepat. Namun jika RPM mengarah pada garis merah, hal itu dapat menjadi pertanda adanya kerusakan pada mesin.

Pengendara mobil manual yang senang berakselerasi harus lebih peka pada pergerakan RPM. Jika jarum terlalu sering menyentuh garis merah maka komponen mesin akan lebih cepat aus. Pembalap pada umumnya telah mengetahui tenaga maksimal yang dimiliki mesin.

Beberapa mekanik kerap melakukan teknik “Italian Tuning” guna membersihkan kerak dalam mesin. Namun hal tersebut biasanya dilakukan dalam kondisi mesin sehat saja. Pada prakteknya, mekanik memacu mesin hingga batas atas atau atau redline.

Untuk alasan efisiensi, pengguna mobil bertransmisi manual baiknya tidak memacu kendaraan melebihi 3000 RPM. Hal ini ditempuh agar putaran mesin tidak terlalu kencang berputar. Langkah ini juga dilakukan agar komponen mesin tetap awet.

Beberapa pabrikan telah menyematkan teknologi shift gear lighting. Ini semata-mata guna membantu pengendara memindahkan gigi tepat waktu. Umumnya alat ini disematkan pada mobil berperforma.

Pada kendaraan roda dua, khususnya motor bebek atau skuter matik tidak menyertakan indikator RPM. Pengendara hanya mengandalkan alat indera untuk mengganti gigi (bebek). RPM pada motor biasanya terdapat pada motor gede atau umum disebut moge.

Setiap pabrikan pada umumnya telah menjelaskan tenaga maksimal setiap mesin. Hentakan tenaga maksimal yang dihasilkan oleh mesin dapat dicapai pada RPM tertentu. Jika melebihi aturan tersebut, selain melakukan pemborosan, tenaga mesin akan terbuang percuma. [Dew/Ikh]


Komentar