Teknologi Mobil Listrik BMW Group Hadir di Jaguar Land Rover Share this

Teknologi Mobil Listrik BMW Group Hadir di Jaguar Land Rover

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 10 Juni 2019

MUNICH — BMW Group membagi teknologi kendaraan listrik miliknya melalui kerjasama dengan Jaguar Land Rover. 

Misi BMW Group menjadi penyedia terbesar mobilitas yang terelektrifikasi berjalan mulus. Pasalnya, dalam 3 tahun menggagas strategi 'Number One' brand asal Jerman ini berhasil memimpin pasar kendaraan listrik mewah di dunia. Namun, tentu saja targetnya tidak berhenti di situ karena ada fokus lain yang turut dibidik guna memenuhi kebutuhan konsumen di masa depan. 

Untuk itu, BMW Group menilai penting adanya kolaborasi antara produsen mobil. Dengan tujuan, para brand dapat saling berbagi pengetahuan juga sumber daya guna menghadapi tantangan teknologi terkait kendaraan masa depan yang dikenal dengan autonomous driving, connectivity, electrification and services (ACES).

Hal tersebut pun kini diperlihatkan oleh BMW Group dan Jaguar Land Rover agar siap meghadapi ketiga sektor itu. Kedua belah pihak menyatakan punya visi serupa yakni menghadirkan teknologi penggerak listrik ramah lingkungan dan berorientasi ke masa depan. 

BMW Group membawa pengalaman panjangnya sejak memproduksi mobil listrik BMW i3 sebagai perintis, pada 2013 silam. Mereka bahkan mengklaim kecanggihan teknologinya memudahkan para konsumen di mana untuk mengisi ulang daya kendaraan bisa dilakukan melalui listrik rumahan. 

Bahkan, BMW juga akan memperkenalkan lagi penggerak listrik terbarunya (eDrive) melalui diri BMW iX3 pada 2020. Teknologi ini lah yang nantinya akan diterapkan Jaguar pada mobil listrik buatannya. Sementara Jaguar Land Rover sudah membuktikan bahwa mereka pun sanggup membuat mobil dengan energi terbarukan yaitu Jaguar I-Pace. 

"Industri otomotif sedang mengalami transformasi tajam. Kami melihat kolaborasi sebagai kunci keberhasilan, juga di bidang elektrifikasi. Dengan Jaguar Land Rover, kami menemukan mitra yang sesuai untuk melahirkan kemajuan penggerak listrik yang signifikan. Bersama-sama, kami juga memiliki kesempatan untuk melayani kebutuhan pelanggan agar lebih efektif dalam hal pengembangan kendaraan maupun teknologi canggih," kata Klaus Fröhlich, Member of the Board of Management of BMW AG, Development.

Selain itu, kebersamaan ini juga tentu dapat memangkas biaya produksi baik dari BMW Group maupun Jaguar Land Rover. Nantinya, tim gabungan BMW Group dan Jaguar Land Rover akan bermarkas di Munich, Jerman. Mereka akan terlebih dulu mengembangkan teknologi listrik eDrive generasi kelima. Namun, penggarapan drivetrain justru akan dilakukan terpisah di fasilitas produksi masing-masing. [Ary/Idr]


Komentar