RUMOR: Nissan akan Hentikan Penjualan Datsun di Dunia Share this
Berita Mobil
Mode baca

RUMOR: Nissan akan Hentikan Penjualan Datsun di Dunia

Insan Akbar
pada 30 Oktober 2019

YOKOHAMA – Nissan Motor Corporation dilaporkan berencana menghapus lagi merek Datsun dari pasar global demi mendongkrak profit dan mempersempit fokus.

Datsun yang mati suri sejak 1980-an dihidupkan kembali oleh Nissan sejak 2014 di era kepemimpinan Carlos Ghosn. Merek ini menjadi senjata utama Nissan di negara-negara berkembang terutama Rusia, India, Indonesia, Afrika Selatan.

Dua sumber internal Nissan beberapa waktu lalu mengatakan kepada Reuters bahwa pabrikan ini sedang membahas penghapusan merek Datsun. Nissan juga berniat menghentikan penjualan produk yang tidak terlalu menguntungkan plus menutup pabrik-pabrik mereka di bermacam negara.

Rencana-rencana tersebut dikenal di internal Nissan sebagai ‘langkah menyehatkan kembali performa’ yang menandakan perombakan strategi besar-besar pascapenangkapan Ghosn karena dugaan penggelapan uang perusahaan. Dugaan itu hingga kini masih disangkal oleh Ghosn.

Skandal Ghosn membuat kondisi internal panas dan memperburuk hubungan dengan aliansi mereka, Renault. Bisnis Nissan kini juga sedang memburuk dan membuat mereka di ambang rekor negatif: operating profit terendah dalam 11 tahun terakhir.

Rencana menutup fasilitas produksi kemungkinan besar mengenai pabrik-pabrik Datsun di negara berkembang. Pabrik-pabrik Nissan yang memproduksi mobil compact juga berada di bawah ancaman.

Sumber kedua, yang masih berasal dari internal Nissan, menjelaskan seluruh pabrik di semua negara selain China sedang dalam pantauan. Menurut dia, Nissan tidak punya rencana untuk mundur sepenuhnya dari suatu negara, tapi fokus utama nantinya adalah Amerika Serikat serta China.

Beberapa cara berbisnis yang sekarang dipraktikkan juga akan dihindari. Seperti praktik bisnis menjual mobil ke perusahaan rental dan korporasi-korporasi dengan diskon besar di Amerika Serikat yang merusak profitabilitas dan citra merek.

Ia menyebut bahwa di era Ghosn, tim harus menjual kendaraan sesuai target dengan berbagai cara. Menjual kepada korporasi dengan cara banting harga adalah salah satunya.

“Kami coba membersihkan apa yang terjadi di masa lalu,” tandasnya.

Niat menghapus merek Datsun, memangkas jumlah varian model, serta menutup fasilitas-fasilitas produksi adalah langkah radikal lanjutan dari Nissan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli 2019, Nissan telah mengumumkan kebijakan memangkas 12.500 tenaga kerja di berbagai negara —termasuk Indonesia — hingga 2023. Mereka juga akan mereduksi kapasitas produksi di 14 pabrik di seluruh dunia.

Nissan menolak mengomentari kabar teranyar itu. Tapi, menurut informasi, Nissan bakal mengumumkannya dalam waktu dekat. [Xan/Idr]


Komentar