Indonesia Negara Kedua Setelah Brunei yang Menerima Proton Iriz Share this
Berita Mobil
Mode baca

Indonesia Negara Kedua Setelah Brunei yang Menerima Proton Iriz

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 18 Februari 2017

Foto: Proton Iriz

JAKARTA - Sejak debutnya pertama kali pada 2014 di Malaysia, Proton Iriz terbilang cukup sukses dengan meraih penjualan 1.000 unit per bulan. Negara tetangga pun dibidik untuk meningkatkan penjualan city car ini di ASEAN.

Proton Holdings Berhand menunjuk dua negara potensial yaitu Brunei, setelah itu Indonesia. Di Brunei, mobil ini langsung mendapat sambutan positif dan langsung menerima pesanan sebanyak 10.000 unit ketika diluncurkan pada awal 2015.

Untuk Indonesia, Ahmad Fuaad Kenali, CEO Proton Holdings Berhand berharap mobil ini bisa sukses dan menjadi backbone penjualan Proton Edar Indonesia.

"Peluncuran Iriz di Indonesia dilakukan setelah Brunei. Mobil ini bisa mendapat sambutan yang baik di Indonesia. Walaupun pasar kendaraan di segmen ini tidak sebesar MPV atau SUV, tapi city car sangat menjanjikan di Indonesia," tutur Ahmad di Jakarta, Sabtu (18/2/2017).

Proton Holdings Berhand belum memiliki rencana untuk mengenalkan Iriz selain ketiga negara di atas, contoh Thailand. Seperti kita ketahui, penjualan kendaraan di 'Negeri Gajah Putih' itu salah satu tertinggi di wilayah ASEAN.

Alasannya karena Thailand bukan 'negara city car', namun lebih ke arah SUV, sedan dan pick up. Tidak seperti Indonesia yang cukup banyak peminat kendaraan kelas city car, khususnya daerah perkotaan.

Fitur menarik pada Iriz adalah tersimpan teknologi ESC, TCS, ABS, EBD, brake assist, hill hold assist, isofix, sensor belakang dan impact sensing door unlock. Fitur-fitur itu tidak dimiliki mobil sekelas dan tentu menjadi daya tarik konsumen.

Dan demi menyukseskan penjualan Proton Iriz di dalam negeri, PEI mengandalkan 25 dealer yang tersebar di Indonesia dengan fokus utama di Jabodetabek. Dengan jaringan dealer itu, diharapkan bisa melayani konsumen yang tertarik memiliki Proton Iriz. [Ikh]


Komentar