Tata Motors Berpartisipasi di POMA 2016 Share this
Berita Mobil
Mode baca

Tata Motors Berpartisipasi di POMA 2016

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 06 Oktober 2016

Foto: Tata Motors hadir di POMA 2016

MAKASSAR – PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors Distribusi Indonesia turut meriahkan Pekan Otomotif Makassar (POMA) 2016 pada 5–9 Oktober 2016 di Celebes Convention Center (CCC).

Tata Motors tampil di Booth N dengan menempati area seluas 180 m2 dengan menampilkan kendaraan-kendaraan andalan di kelasnya yaitu truk ringan Tata Ultra 1012, Tata Xenon RX dan Tata Xenon XT Dcab 2.2L 4x4.

Tata Ultra 1012 adalah truk ringan dengan rem angin pertama di Indonesia yang memiliki kapasitas angkut berkisar 4 sampai 7 ton. Truk ini memiliki dimensi lebar bak 2,2 meter dengan pilihan panjang 4-6 meter. Tata Ultra 1012 memastikan tingkat efesiensi tinggi dan dapat mengurangi biaya operasional.

Tata Xenon XT Dcab 2.2-liter 4x4 menggunakan mesin diesel common-rail Tata 2.2-liter VTT DICOR yang dikombinasi dengan transmisi manual 5-speed. Mobil ini menawarkan Loading deck berbahan double corrugated galvanized steel yang memiliki daya angkut hingga 1.000 kg.

Mobil ini memiliki dimensi (PXLXT) 1.430 mm x 1.410 mm x 400 mm dan ground clearance 210 mm. Dengan kabin dan bak muat tersebut dipercaya sebagai produk paling kokoh di kelasnya.

Tata Xenon XT Dcab 2.2L 4x4 dapat mengangkut lebih banyak muatan dan lebih efisien yang cocok untuk sektor agrobisnis, perikanan dan hasil bumi.

“POMA adalah pameran otomotif terlengkap dan terbesar di wilayah Sulawesi. Merupakan ajang yang tepat memperkenalkan kembali truk ringan andalan baru kami, Tata Ultra 1012 dan tata Xenon XT D-cab 2.2L 4x4 yang resmi meluncur secara nasional tengah Agustus 2016,” ujar Biswadev Sengupta, Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia dalam keterangan resminya.

Dengan adanya ketiga produk tersebut, diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat dan pecinta otomotif Makassar. Tata Motors menawarkan solusi transportasi yang cocok dengan geografis dan diharapkan menopang jalur perdagangan ekonomi masyarakat Sulsel yang merupakan pintu gerbang perdagangan bisnis di Indonesia Timur. [Amo/Ikh]


Komentar