Rossi Bakal Punya Tim Satelit di Yamaha Pasca Tim Tech3 Pergi Share this
MotoGP
Mode baca

Rossi Bakal Punya Tim Satelit di Yamaha Pasca Tim Tech3 Pergi

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 23 Februari 2018

PESARO - Valentino Rossi mungkin akan Memiliki tantangan baru jika benar-benar di masa mendatang mengepalai tim balap di MotoGP.

Berita perceraian Yamaha dan tim Tech3 kian erat dikaitkan dengan Valentino Rossi. Banyak pihak menyebut kepergian tim Herve Poncharal membuka peluang bagi Rossi untuk memiliki tim di MotoGP. Apalagi, Rossi tidak akan balapan dalam waktu lebih lama dengan usia 39 tahun.

Seperti diketahui, tahun ini menjadi kerjasama terakhir Yamaha dan Tech3 karena keduanya sepakat berpisah pada 2019. Hengkangnya tim Tech3 menyisakan satu tempat kosong di tim satelit. Rossi pun digadang bakal mengisi posisi itu bersama tim barunya nanti.

Namun, pihak Rossi menolak meski ada ketertarikan dengan kesempatan itu. Rossi tidak menjawabnya secara langsung melainkan melalui tangan kanannya, Albi Tebaldi.

"Saat ini, tidak ada rencana untuk membuat tim di MotoGP. Ketika Rossi memutuskan untuk meninggalkan balap motor mungkin beralih ke balap mobil, maka kami akan mengevaluasi situasinya," kata Tebaldi.

Teman dekat Rossi sekaligus CEO VR46 Racing Apparel ini juga mengatakan, membuat tim di MotoGP itu bukan hal mudah. Apalagi, menurutnya saat ini Rossi hanya fokus balapan dengan tim pabrikan Yamaha.

"Dia melakukan semua yang tidak bisa didapat di tim satelit. Mulai dari terlibat dalam strategi perusahaan, pengembangan motor dan mengidentifikasi masalah bersama para insinyur Yamaha," tambah pria yang juga bertugas sebagai penasehat tim Sky Racing VR46.

Bukan tidak mungkin jika nantinya Rossi bakal terlibat dalam pengembangan motor Yamaha walaupun berada di tim satelit. Cal Crutchlow yang notabene ada di tik satelit Honda juga berkesempatan ambil bagian dalam pengembangan Honda RC213V.

Lebih lanjut Tebaldi mengakui Rossi menyatakan minatnya untuk punya tim MotoGP. Akan tetapi, hal itu akan mulai dipikirkan jika Rossi sudah tidak balapan lagi.

"Saya tidak menyangkal bahwa kami menyukainya. Bagaimanapun MotoGP adalah mimpi bagi pembalap dan juga bagi tim yang memiliki tim di sana. Kami bisa menyelesaikan dulu apa yang sudah dimulai dengan CEV International Championship. Saya ulangi lagi, jika Valentino tidak balapan lagi baru kita akan memikirkannya. Ini akan menjadi proyek yang sangat menantang. Tapi, bos kami (Rossi) itu sudah terbiasa bermimpi," tutup Tebaldi. [Ary/Ari]


Komentar