Konsumen Siap Bayar Mahal untuk Mobil Otonom

NEW YORK – Gubernur New York menginzinkan untuk melakukan pengujian kendaraan otonom di jalan raya. Izin tersebut membuat mobil otonom di Amerika Serikat semakin dekat dengan kenyataan.

Meski masih dalam tahap pengujian, namun berdasarkan penelitian ternyata konsumen di Amerika Serikat rata-rata menyatakan siap untuk membayar lebih demi fitur tersebut. Penelitian ini dilakukan oleh Cornell University.

Dilansir dari Carscoops, konsumen Amerika Serikat siap membayar US$ 4.900 agar mobilnya bisa menjadi mobil otonom.

Tak hanya itu, dalam penelitian tersebut juga terungkap bahwa banyak orang yang siap untuk membeli kendaraan dengan harga lebih dari US$ 10.000. Meski demikian banyak juga yang menyatakan tidak akan membayar lebih. Penelitian ini melibatkan 1.260 orang dengan pendapatan sekitar US$ 55,000 – US$ 60.000.

Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian sejenis pada 2015. Dalam penelitian tersebut mencatat bahwa 22 persen masyarakat menolak untuk membayar lebih untuk sebuah mobil otonom. Sementara hanya 5 persen yang mau membayar lima persen lebih mahal dari US$ 30.000 untuk teknologi mobil otonom. Penelitian ini melibatkan 5.000 responen dari 109 negara.

“Mobil otonom sebagai kendaraan pribadi menjadi kenyataan lebih cepat dari yang perkiraan. Untuk merencanakan dan menganalisa dampak besar mobil otonom, Pemerintah dan produsen mobil harus memahami pasar. Studi kami adalah usaha awal untuk mengukur bagaimana rumah tangga memandang dan menilai teknologi ini,” ungkap Ricardo Daziano, pimpinan dalam riset ini.

Kenyataan bahwa kehadiran mobil otonom datang lebih cepat dari perkiraan memang tidak bisa dipungkiri. Saat ini di Amerika Serikat, setidaknya ada tiga kota yang mengizinkan mobil otonom melakukan pengujian di jalan raya. Ketiga kota tersebut adalah California, Arizona dan yang terbaru adalah New York.

Menariknya lagi, khusus untuk di California, beberapa perusahaan bahkan sudah melakukan pengajuan untuk ‘melonggarkan’ aturan pengujian. Hal ini dilakukan karena mereka ingin menguji kendaraan otonom tanpa adanya lingkar kemudi. Sayangnya, izin tersebut masih belum dikeluarkan karena pengujian mobil otonom sendiri masih harus melalui serangkaian birokrasi yang rumit. [Adi/Ikh]

Comments