Inden Honda PCX 150 Lokal Cuma Rp 2 Juta Share this
Motor Baru
Mode baca

Inden Honda PCX 150 Lokal Cuma Rp 2 Juta

Denny Basudewa
pada 14 Desember 2017

Foto: Honda PCX 150

JAKARTA – All-new Honda PCX 150 dapat dimiliki konsumen dengan membayar tanda jadi sebesar Rp 2 juta.

PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya meluncurkan all-new Honda PCX 150 versi lokal, dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini tentunya akan mengusik keberadaan Yamaha Nmax yang sangat nyaman menguasai pasar skuter matik kelas 150cc.

Terlebih dengan diproduksi di Sunter, all-new Honda PCX 150 memiliki banderol lebih murah dari sebelumnya. Jika versi CBU (Completely Built Up) kuda besi tersebut dipasarkan dengan harga Rp 40 jutaan, sementara PCX lokal ditawarkan dengan banderol mulai dari Rp 27 juta hingga Rp 32 juta.

Selisih harga yang tidak terlampau jauh tersebut tentunya akan memberikan pilihan lain bagi pasar. Konsumen dapat memilih Yamaha Nmax, dengan harga sedikit lebih murah (Rp 26,3-30,2 juta) yang telah memiliki banyak komunitas dan pilihan produk aftermarketnya.

Konsumen juga bisa memilih all-new Honda PCX 150 dengan banderol sedikit lebih mahal, namun mendapatkan berbagai fitur canggih dan terkini. Seperti diketahui, skutik gambot dari AHM tersebut lebih superior dalam hal teknologi.

Sementara untuk mendapatkan all-new Honda PCX 150, konsumen sudah bisa melakukan pemesanan, dengan mahar awal sebesar Rp 2 juta. Motor ini sendiri dikatakan baru akan mulai diproduksi pada Februari 2018.

“Booking feenya cuma Rp 2 juta dan unitnya bisa dikirim ke konsumen Februari 2018. Untuk yang versi lokal ini angsurannya bisa Rp 1 jutaan,” ujar Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa all-new Honda PCX 150 produksi lokal, serta merta menghentikan keran impor motor tersebut sebelumnya. Menurutnya PCX yang diimpor dari Vietnam tersebut sudah dihentikan sejak Oktober silam.

“Semua kita arahkan ke versi lokal, kalau ada yang masih belum terima unit versi lawas paling tinggal sedikit. Soalnya kami sudah hentikan aktivitas impor sejak Oktober dan fokus produksi di Sunter,” jelas Thomas di Jakarta. [Dew/Ikh]


Komentar