Ford akan Digugat Konsumen Share this
Berita Mobil
Mode baca

Ford akan Digugat Konsumen

Syubhan Akib
oleh Syubhan Akib
pada 27 Januari 2016

Foto: David Tobing Ford

JAKARTA - Setelah pengumuman hengkangnya Ford dari Indonesia, konsumen setia Ford tampaknya kecewa berat. Bahkan salah satu konsumen setia Ford yang juga seorang pengacara terkenal, David Tobing kini bersiap untuk melayangkan gugatan pada Ford.

Seperti diketahui, Ford akan menutup seluruh operasi mereka di Indonesia pada paruh kedua 2016. Namun, layanan pelanggan akan terus diberikan sampai batas waktu yang tidak diumumkan.

Tapi David Tobing, pemilik mobil Ford sejak tahun 2006, mengatakan kalau janji itu tidak bisa dijadikan landasan Ford pergi.

"Tanggal 25 Januari 2016 saya sebagai pelanggan Ford menerima email dari Ford Indonesia perihal Pengumuman Penting Dari Ford. Ternyata isinya sungguh mengecewakan saya karena Ford akan menutup dealership dan menghentikan penjualan dan impor resmi kendaraan Ford," kata David yang pernah memenangkan gugatan mewakili konsumen Nissan March ketika menggugat Nissan terkait klaim efisiensi bahan bakar.

"Keputusan tersebut sangat bertolak belakang dengan promosi Ford akhir-akhir ini terutama Ford Everest dan menurut kami perusahaan sebesar Ford telah semena mena terhadap konsumen," ujar anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI ini.

Menurut David, pada saat ingin beroperasi di Indonesia, Ford telah menandatangani surat pernyataan jaminan yang diwajibkan Kementerian Perindustrian bahwa Ford menyanggupi akan menyediakan fasilitas perawatan perbaikan dan suku cadang kendaraan bermotor.

Hal ini, lanjutnya, juga sejalan dengan pasal 25 Undang-undang Perlindungam Konsumen yang menyatakan "Pelaku usaha yang memproduksi barang yang pemanfaatannya berkelanjutan dalam batas waktu sekurang-kurangnya 1 tahun wajib menyediakan suku cadang dan atau fasilitas purnajual dan wajib memenuhi jaminan atau garansi sesuai dengan yang diperjanjikan".

"Bahwa tidak dapat dipungkiri dengan berhentinya operasional Ford di Indonesia maka harga jual Ford yang telah dimiliki konsumen akan turun drastis, sementara harga sukucadang akan naik dan mekanik tidak fokus lagi untuk mobil Ford."

"Seharusnya Ford mengundang para konsumennya untuk didengar pendapatnya karena jual-beli kendaraan dilakukan dan disepakati oleh 2 belah pihak sehingga Ford tidak dapat sepihak menghentikan operasionalnya."

Untuk menyelesaikan masalah, David mengatakan pemerintah harus segera memanggil Ford untuk dimintai keterangan dan pemerintah harus memanggil para konsumen Ford agar hak-hak konsumen tetap dilindungi.

"Saya berencana mengajukan gugatan ke Ford dalam waktu dekat apabila Ford tidak segera mengambil langkah-langkah konkrit yang melibatkan regulator untuk melindungi para konsumennya," tegasnya.

"Pernyataan-pernyataan Ford di media massa maupun website tidak bisa dijadikan jaminan selama tidak diketahui dan disetujui oleh pemerintah dan konsumen."

David pun menjelaskan kalau saat ini dirinya tengah mempersiapkan gugatan tersebut dan akan melayangkannya dalam jangka waktu dekat. [Syu/Idr]


Komentar