First Drive Wuling Almaz, Kesan Pertama Sangat Menggoda Share this
Review Mobil
Mode baca

First Drive Wuling Almaz, Kesan Pertama Sangat Menggoda

Krisna Arie
pada 24 Januari 2019

SENTUL - Wuling Almaz mampu menunjukkan beberapa keunggulannya terutama dalam hal pengendalian saat melakukan manuver cukup ekstrim.

PT Wuling Motors Indonesia akhirnya mantap merangsek kelas SUV dengan menghadirkan Wuling Almaz. Dan lagi-lagi penuh kejutan, tentunya dengan mengumbar beragam fitur terkini sebagai kelengkapan standar.

Beberapa media nasional termasuk Otospirit.com berkesempatan untuk menguji performa dan pengendalian dari Wuling Almaz di Sirkuit Sentul. Dan berikut konklusi singkat setelah melalui beberapa rintangan guna memaksimalkan fitur-fitur keselamatan aktif pada kondisi cukup ekstrim.

Akselerasi

Pada kesempatan pertama, Otospirit.com mencoba memaksimalkan akselerasi dari mesin 1.5 turbo Wuling Almaz yang memiliki tenaga 140 hp pada 5.300 rpm dan torsi 250 Nm di rentang putaran 1.600 -3.600 rpm. Tuas transmisi berteknologi CVT 8-speed simulated langsung di posisikan ke D kemudian kecepatan mulai dibangun dari keluar pit Sirkuit Sentul hingga tikungan pertama (R1) dan kedua (R2).

Otospirit.com merasakan ada sedikit turbo leg saat menginjak pedal gas. Menurut data spesifikasi, turbo sudah hadir pada 1.600 rpm, namun boost atau dorongannya baru terasa jelang 3.000 rpm.

Secara umum jeda yang terjadi masih tergolong dalam batas kewajaran. Pada setiap kesempatan, respon mesin memang butuh waktu untuk mengubah output daya dalam menanggapi perubahan throttle atau bukaan pedal gas.

Yang penting, Anda wajib mengenali karakternya bila ingin melaju lebih mantap, salah satu caranya dengan mengendalikan atau menjaga putaran mesin pada setiap kesempatan.

Rasa yang lebih kurang sama saat menggunakan mode manual. Anda dapat mengendalikan kecepatan sesuai keinginan dengan mengatur perpindahan gear melalui timming yang tepat. Kecepatan 140 - 145 km/jam dapat diraih saat melewati podium utama berjarak lebih kurang 900 meter.

Manuver dan Pengedalian

Masuk R1 dan R2, pada kecepatan rata-rata 60 km/jam, Almaz sangat mudah dikendalikan. Gejala negatif pengedaraan seperti bodyroll memang terasa namun masih dalam batas kewajaran, terlebih untuk sebuah SUV.

Kecepatan langsung kembali dibangun saat lepas dari R2 menuju tikungan ketiga (R3) dan Keempat (R4). Terdapat obstacle yang mengarahkan pegemudi pada racing line di dua tikungan tersebut. Dalam kecepatan sekitar 130 - 140 km/jam kemudian hard breaking menuju 2 tikungan, Almaz terasa mudah untuk dikendalikan nyaris tanpa koreksi berlebih pada kemudi.

Dari kondisi ini, pengemudi benar-benar di back up langsung oleh fitur Electronic Stability Control (ESC) plus Traction Control System (TCS). Secara aktif fitur-fitur ini sedianya bekerja melakukan koreksi agar Almaz bisa dengan mudah dikendalikan.

Kondisi sama juga terjadi saat melewati rintangan yang dibuat panitia untuk menguji stabilitas Almaz. Masuk di kecepatan rata-rata 50 - 60 km/jam, Otospirit.com dapat dengan mudah mengontrol mobil dalam melewati rintangan tikungan cukup patah kanan-kiri berjarak cone 20 dan 15 meter.

Pengereman

Pengujian pengereman juga menjadi tantangan tersendiri bagi Wuling Almaz. Obstacle yang diberikan cukup triky, dimana pada kecepatan 100 km/jam pengemudi harus melakukan pengereman kemudian harus menghindari rintangan zekitar 15 meter di depannya.

Hasilnya lagi-lagi cukup meyakinkan. Kombinasi Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA) bekerja dengan sangat baik

Otospirit.com dapat dengan mudah mengendalikan kendaraan. Praktis tanpa koreksi berarti pada stir, Almaz kemudian dapat dipacu kembali untuk melewati dengan mulus tikungan cukup terkenal di Sirkuit Sentul yakni S kecil.

Selain itu fitur Auto vehicle Holding (AVH) dan Hill Hold Control (HHC) pada Almaz juga diuji dengan melewati rintangan yang sudah dibuat penyenggara. Hasilnya Anda cukup menginjak rem dan kemudian melepasnya jika harus berhenti di tengah jalan menanjak atau turun. Mobil akan otomatis berhenti dan baru akan berjalan jika Anda menginjak pedal gas.

Kesimpulan

Konklusi yang dapat diambil dari first drive singkat mengitari Sirkuit Sentul dalam 2 lap dengan beberapa rintangan adalah Almaz punya kesan pertama sangat menggoda. Fitur keselamatan aktif-nya bekerja seusai harapan, ini tentunya membuat mobil dengan mudah dikendalikan.

Yang tidak ketinggalan adalah kabin Almaz secara umum memiliki sistem insulasi atau peredaman cukup baik. Memang masih ada noise yang dihasilkan oleh ban juga raungan mesin, namun masih dalam batas kewajaran. Catatan menarik juga pada lapangnya ruang interior, sehingga bukan masalah berati untuk mencari posisi terbaik baik bagi 5 penumpang dewasa berikut barang bawaaan.

Sejatinya Otospirit.com masih penasaran dan ingin mengulik kemampuan Almaz lebih lanjut. Terutama bagaimana kemapuannya saat digunakan beragam kondisi jalan di Indonesia. Yang juga bikin penasaran adalah berapa harga jual dari Almaz, apakah bakal mengejutkan layaknya kemampuan bermanuvernya?. Nantikan ulasan kami berikutnya. [Ari]


Komentar