Boss DFSK Indonesia: Kita Sudah Lama Dikasih Mobil Kemahalan

Alexander Barus, CO-CEO DFSK Motors Indonesia

JAKARTA – Perjalanan DFSK Motors Indonesia (PT Sokonindo Automobile) dimulai 3 tahun silam, ketika beberapa orang DFSK Motors berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Alexander Barus di Jakarta.

“Sebenarnya saya pegang DFSK Motors Indonesia ini tidak sengaja. Suatu hari, tiga tahun lalu, seorang teman mengajak saya untuk bertemu dengan beberapa orang DFSK yang mau investasi di sini,” kata Alexander Barus, CO-CEO PT Sokonindo Automobile – perusahaan patungan antara Sokon Group (Hong kong) Company Limited dengan PT Kaisar Motorindo Industri (Indonesia).

“Menurut pengakuan mereka sudah mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik mobil di Indonesia namun tidak mendapat tanggapan dari Kementerian Perindustrian. Akhirnya saya hubungi dan temukan mereka dengan menteri Perindustrian saat itu Saleh Husin di kediaman beliau ketika open house Idul Fitri. Pak menteri menyambut dengan sangat baik maka kami bergerak cepat sehingga jadilah pabrik DFSK di Serang, Banten,” imbuh pria yang 26 tahun pernah bekerja di Kementerian Perindustrian ini.

Alexander melihat keseriusan DFSK Motors sehingga dia mau terjun langsung menangani setelah beberapa kali menolak secara halus karena memiliki beberapa bisnis sendiri.

“Bagaimana tidak serius, lha wong mereka mau investasi USD 150 juta untuk bangun pabrik di sini. Ini luar biasa komitmennya,” kata pria asal Tanah Karo, Sumatera Utara ini.

Saat ini pabrik DFSK Motors Indonesia di Kawasan Industri Modern Cikande, kabupaten Serang, provinsi Banten, memiliki luas 20 hektar dengan fasilitas Stamping Workshop, Welding Workshop, Painting Workshop dan Assembling Workshop. Kapasitas produksinya mencapai 50.000 kendaraan per tahun.

Pabrik ini akan menjadi basis produksi untuk negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan Thailand.

“Pabrik kami hampir mencapai Industry 4.0. Semuanya dikerjakan secara robotik sehingga tingkat presisi dan kualitas mobil-mobil DFSK tak perlu dikhawatirkan. Bahkan, kami telah membeli lahan di depan pabrik untuk pengembangan lebih lanjut. Cita-cita saya ingin memproduksi baterai dan mobil listrik di Indonesia,” ujar anak petani ini.

DFSK Glory 580
DFSK Glory 580

Terlepas dari komitmen investasi, seluruh jajaran DFSK Motors Indonesia mengakui punya pekerjaan yang tidak mudah karena masyarakat Indonesia pernah terluka dengan sepedamotor dan mobil dari China di awal-awal era ‘2000-an.

“Kami punya produk yang bagus, DFSK Glory 580, SUV 7-seater dengan harga lebih murah dan dengan fitur-fitur yang kurang lebih sama dengan para kompetitornya. Kita ini sudah terlalu lama disuguhi mobil-mobil yang kemahalan (over price) jadi kami ingin  memberikan mobil lebih baik dalam segala hal,” kata pemegang gelar doktor dari Harvard University ini.

Seperti diberitakan sebelumnya harga DFSK Glory 580 antara Rp 230 juta – Rp 350 juta. SUV ini terdiri dari dua pilihan mesin: 1.5-L Turbo dan 1.8-L.

Jika konsumen-konsumen di Indonesia membeli mobil bisa lebih murah, artinya mereka bisa menyisihkan dana untuk kepentingan lain seperti investasi, beli rumah dan lain-lain.

DFSK juga menjadi produsen pertama di Indonesia yang memberikan garansi mobil selama 7 tahun atau 150.000 kilometer dan tetap berlaku ketika mobil sudah dijual dari pemilik pertamanya.

“Sekarang tugas kami adalah membuat orang-orang mempercayai DFSK lebih dulu. Lupakan masa lalu karena mobil-mobil China sekarang sudah jauh berbeda, bisa diadu dengan pemain-pemain lain. Kami memiliki R&D kelas dunia di Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang, selain Cina.”

Dalam 5 tahun ke depan, DFSK Motors Indonesia berencana akan memasarkan 20 model di Indonesia.  [Idr]