Test Drive Toyota Rush TRD Sportivo 2018 Share this
Review Mobil
Mode baca

Test Drive Toyota Rush TRD Sportivo 2018

Indra Prabowo
pada 15 Januari 2018

Malang – Generasi kedua Toyota Rush dan Daihatsu Terios merupakan perwujudan dari Daihatsu FT Concept yang dipamerkan pertama kali di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015.

Daihatsu FT Concept dipilih oleh Toyota dan Daihatsu setelah melalui riset beberapa tahun karena sebelumnya Daihatsu pernah memperlihatkan Daihatsu SUV Concept yang diisukan akan menjadi generasi berikutnya dari Rush dan Terios di Indonesia International Motor Show (IIMS 2014).

Daihatsu SUV Concept sendiri memiliki desain kotak dan lebih runcing di engine hood, serta pilar-A dan pilar-B tegak. Sementara generasi kedua Rush dan Terios lembih membulat dan cenderung, menurut penulis, merupakan sebuah MPV rasa SUV seperti Tata Aria.

Sebelum berbicara all-new Rush, ada baiknya kita kembali menengok kembali lebih jauh ke belakang. Pada 16 Januari 2006 Toyota dan Daihatsu meluncurkan Rush dan Be-Go (Terios) di Jepang. Kedua model lebih kecil dibandingkan Rush dan Terios di Indonesia serta menawarkan 5 jok. Di negeri asalnya, Toyota dan Daihatsu menawarkan mesin 3SZ-VE 1.500 cc dengan pilihan rear-wheel drive dan four-wheel drive.

Tema dari generasi pertama Rush dan Be-Go "a tough and casual sport-utility wagon" atau “sebuah SUV tangguh dan kasual”. Keduanya dikembangkan sebagai genre baru yang mengawinkan kesenangan dan kemampuan berkendara SUV, ease-of-use (kemudahan penggunaan) dan kenyamanan hatchback kecil, serta kesenangan dan fungsionalitas station wagon kecil. Dua SUV mungil ini menyasar pria dan perempuan muda yang menghargai individualitas mereka.

Desain

All-new Toyota Rush 2018 menampilkan desain eksterior rounded (membulat) dari depan hingga belakang. Ciri khas SUV dengan pilar-pilar tegak lurus tidak kita temukan (bandingkan dengan model sebelumnya), meski ground clearance-nya terbilang tinggi.

Ban cadangan di pintu belakang telah ditanggalkan dan ditaruh di bawah ruang kargo. Penulis menilai bentuk baru Rush lebih terasa MPV dibandingkan SUV – tidak berlebihan jika kami menjulukinya ‘baby Innova’.

Kesan berotot Rush baru terlihat di bagian paling depan yang membentuk huruf “V”. Sementara aura elegan dan modern dapat kita tangkap dari lampu-lampu LED serta grille krom gelap.

Desainnya secara keseluruhan terlihat elegan dan modern namun, maaf, kehilangan karakter SUV sejati.

Kabin

Karena dimensi all-new Rush lebih panjang 230 mm menjadi 4.435 mm, sementara lebar (1.685 mm), tinggi (1.705 mm) dan wheelbase (2.685 mm) dipertahankan. Dengan panjang eksterior bertambah membuat volume kabin membengkak dan panjang bagasi meningkat 150 mm menjadi 450 mm dan berguna untuk menyimpan ban serep di bawahnya.

Legroom para penumpang di jok baris kedua memuaskan. Sedangkan legroom lebih berlimpah (menjadi 700 mm) namun tetap lebih cocok untuk anak-anak kecil.

Desain dashboard sederhana namun elegan dengan sebuah touchscreen berwarna dan meter cluster digital yang memancarkan cahaya biru. Rush TRD Sportivo diperkaya dengan soft touch panel (dashboard dan pintu). Tiga belas (13) cup holder terhampar di dalam kabin dan  bisa digunakan untuk menyimpan botol-botol minuman.

Kami mengkritisi tebalnya blower AC di atap, seharusnya Toyota merancang lebih ramping dan modern, katakanlah seperti di Toyota Innova.

Di Belakang Kemudi

Toyota membenamkan mesin baru 2NR 1.500 cc, 4-silinder, DOHC, Fuel Injection, Dual VVT-i, yang sama dengan Toyota Avanza Veloz. Teknologi Dual VVT-i menggantikan VVT-i, dipastikan membuat konsumsi BBM (bahan bakar minyak) mobil baru menjadi lebih irit. Pilihan transmisinya otomatis 4-speed (kami menyarankan agar menambah satu gear lagi agar konsumsi BBM lebih irit lagi) dan manual 5-speed.

Kami mengendarai all-new Toyota Rush TRD Sportivo A/T dari Malang hingga jalan tol Pandaan (rute cenderung flat). Performanya lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Suara mesin menderu seiring putaran mesin merangkak naik namun dengan peredaman lebih bagus membuat kabin lebih tenang (intrusi jalan dan angin lebih teredam, pula).

Setir terasa padat, tidak terlalu ringan, membuat pengemudi lebih percaya diri ketika melaju di kecepatan menengah ke atas (penulis sendiri menorehkan kecepatan 180 kpj).

Kualitas pengendaraan jauh lebih baik dari model awal Rush yang berguncang di lintasan rata dan kasar. Toyota dan Daihatsu mengatakan telah memperbaiki suspensi dan menambahkan stabilizer di belakang. Meski demikian saat melintasi jalan tidak rata, suspensi depan terasa lebih lembut dibandingkan suspensi belakang sebagai konsekuensi agar mobil lebih kokoh saat berlari.

Kami pun sempat mengendarai all-new Toyota Rush TRD Sportivo M/T sekitar 5 kilometer. Pedal kopling terasa lembut namun dalam membuat pengemudi menekan pedal gas lebih dalam agar mesin tidak mati saat akselerasi awal.

Mengendarai all-new Toyota Rush 2018 secara keseluruhan jauh lebih menyenangkan, kita dapat duduk tinggi, setir lebih padat dan pengendaraan lebih baik.

Tertarik?

All-new Toyota Rush 2018 dibekali banyak fitur. Harga Toyota Rush 2018 pun sama dengan model sebelumnya. Segudang perbaikan tentu menjadi faktor penggoda. Jika Anda bisa menerima desain membulatnya dan kehilangan karakter desain SUV maka Rush bisa masuk dalam daftar pembelian Anda tahun ini. [Idr]


Komentar