Motor Listrik Honda di Indonesia Setelah 2018, Ini Dia Kendalanya Share this
Berita Motor
Mode baca

Motor Listrik Honda di Indonesia Setelah 2018, Ini Dia Kendalanya

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 15 Juni 2017

Foto: Motor Listrik Honda di Jepang

JAKARTA - Honda Motor Co., Ltd. akan meluncurkan sejumlah motor listrik pada 2018.

Perusahaan asal Jepang Honda melihat potensi motor bertenaga listrik akan menjadi alat transportasi masyarakat Jepang di masa depan. Sadar motor ramah lingkungan itu

tidak hanya akan hidup di Jepang, Honda pun akan "membagikan" ke sejumlah negara potensi termasuk Indonesia.

Hal ini disambut baik oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Johannes Loman, Executive Vice President Direktur PT AHM, pihaknya bertekad untuk memasarkan motor listrik, namun tak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Dibutuhkan riset pengembangan motor listrik komuter yang sangat nyaman untuk masyarakat Indonesia.

Dan bisa diprediksi, motor listrik masuk Indonesia lima tahun setelah HMC meluncurkan sejumlah motor listrik di Jepang. Sebab AHM harus memiliki tempat untuk proses

recycle baterai agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.

Bahkan jika memungkin, AHM akan memproduksi lokal motor listrik di Indonesia untuk pasar domestik dan luar negeri.

"Menurut saya (motor listrik) masih di atas 5 tahun (di Indonesia)," tegas Loman.

Dijelaskan Loman, Honda dan Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) tengah fokus membahas motor listrik termasuk regulasi, infrastruktur hingga recycle

baterainya. Salah satu fitur utama di motor listrik adalah memiliki baterai listrik yang bisa pasang lepas (refill) atau dicas ulang baterainya.

"Kami dari AISI menghubungi Dishub untuk mendusikan regulasinya. Misal motor listrik itu berapa what, harus pakai helm. Apakah motor litstrik ini harus pakai suara

atau tidak. Karena kalau tidak pakai suara akan bahaya. Jadi hal -hal seperti itu yang kmi bahas," tukas Loman.

"Sebelum teknologi datang, sebaiknya menyiapkan regulasinya. Supaya pada saat teknologinya datang, industrinya bisa jalan secara sehat."

AISI memiliki rencana, jika memang sudah siap, motor listrik di Indonesia diwajibkan bisa saling bergantian menggunakan baterai. Satu baterai tidak untuk satu merek

Honda saja tapi bisa digunakan merek lain, dan sebaliknya merek lain dianjurkan mengembangkan motor listriknya seperti itu. Cara tersebut akan lebih ringkas dalam

berkendara motor listrik di Indonesia.

"Infrastruktur memang penting. Ke depab motor listrik sistemnya bukan ke PLN (infrastruktur pengisian baterai motor listrik), tapi dengan cara refill. Menurut saya

akan ke arah itu. Dan baterai bisa dipakai semua motor listrik supaya lebih affordable," jelas Loman.

Dalam waktu bersamaan, Thomas Wijaya selaku Direktur Marketing AHM menjelaskan, PR utama AHM adalah bukan dari segi menghasilkan desain dan teknologi dari motor

listrik. Sebab AHM sendiri bisa dengan mudah menerapkan apa yang sudah dibuat oleh HMC.

Pekerjaan utama AHM adalah bagaimana recycle baterai karena limbah baterai lithium ion pada motor listrik sangat membahayakan kelangsungan hidup manusia.

"Usia baterai itu tidak seumur hidup. Baterai harus diganti. Dan pekerjaan utama kami adalah bagaimana menyiapkan recycle baterai agar tidak menimbulkan masalah di masa

depan," tutup Thomas. [Ikh]


Komentar