AISI Melihat Jangkauan Motor Listrik Masih Sangat Terbatas Share this

AISI Melihat Jangkauan Motor Listrik Masih Sangat Terbatas

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 16 Juni 2017

Foto: Motor listrik Gesits ujicoba Jakarta - Bali

JAKARTA - Sepedamotor listrik jauh lebih ramah lingkungan daripada motor bensin. Namun, untuk hal perjalanan jarak jauh, motor bensin masih dibutuhkan masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Johannes Loman, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) melihat, hingga saat ini motor listrik belum menemukan teknologi yang membuat motor listrik

bergerak jauh.

Loman menilai motor bermesin bensin jauh lebih efektif ketimbang motor listrik dalam beberapa tahun ke depan. Menjadi masalah ketika keterbatasan infrastruktur

pengisian baterai motor listrik dan refill baterai motor listrik di Indonesia.

"Saya melihat bahwa teknologi motor listrik ke depan akan semakin baik dan affordable. Cuma saat ini masih terus dikembangkan. Saat ini teknologi belum menemukan

jangkauan jauh. Bisa dibuat jauh dengan baterai lebih banyak, tapi bagaimana safety-nya, karena baterai lithium bisa meledak. Saya yakin suatu saat akan lebih baik,"

kata Loman di Jakarta.

Pandangan ini bukan tanpa alasan. Loman sebagai Executive Vice President Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) melihat bahwa Honda juga belum menemukan baterai motor

listrik yang bisa membuat jangkauannya jauh.

Masalah ini lantas tidak membuat AHM dengan segera meluncurkan motor listrik Honda di Indonesia. Ia melihat motor-motor listrik, akan melengkapi motor-motor bensin

yang sekarang ada.

"Nantinya motor listrik itu menjadi bagian dari motor-motor saat ini yang ada. Misal orang kalau 500 meter jalan masih ok. Kalau lebih dari itu pakai motor listrik. Tapi kalau jarak jauh pakai motor bensin. Saya yakin di kota-kota besar motor listrik itu akan menjadi menjadi bagian dari siklus pengangkutan transportasi," tutup

Loman. [Ikh]


Komentar