MotoGP 2017 di Indonesia Batal Dilaksanakan Share this
MotoGP
Mode baca

MotoGP 2017 di Indonesia Batal Dilaksanakan

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 13 Juli 2016

Foto: Harapan Indonesia menyelenggarakan MotoGP di 2017 sirna.

JAKARTA - Kesempatan Indonesia menyelenggarakan MotoGP untuk tiga musim (2017-2019) dipastikan batal setelah surat keputusan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta kepada Menpora Imam Nahrawi pada 6 Juli 2016.

Pihak Dorna menyatakan bahwa Sirkuit Sentul belum memenuhi standard FIM Homologation.

Surat tersebut pada dasarnya merupakan respon atas surat Menpora No. 1945/MENPORA/D.IV/VII/2016 tertanggal 1 Juli 2016 perihal penyelenggaraan MotoGP. Dalam suratnya kepada CEO Dorna Sports tersebut, Menpora menyebutkan sebagai berikut:

  1. Pemerintah RI telah melakukan berbagai pendekatan untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.
  2. Setelah dibahas cukup lama dan secara intensif yang difokuskan pada penyelenggaraan event penting tersebut, pemerintah telah sampai pada keputusan untuk memberikan kesempatan pada Sirkuit Internasional Sentul untuk menyelenggarakan the  Indonesian MotoGP Grand Prix of 2017, 2018 and 2019  atas dasar sejumlah alasan berikut ini: (1). Sentul International Circuit  merupakan suatu sirkuit internasional yang memiliki reputasi sejarah cukup panjang dan beragam pengalaman dalam penyelenggaraan balapan motor yang berstandard internasional seperti halnya Indonesian Grand Prix, Asian  Formula Three Championship, Formula V6 Asia, GP2 Asian Series dan lain-lain; (2). Sarana Sirkuitindo Utama Ltd (Pemilik Sentul International Circuit)  bertanggung jawab dan memiliki komitmen untuk melakukan renovasi sirkuit secara khusus terhadap Sentul International Circuit dengan menggunakan sumber keuangannya sendiri dan menjalin kerjasama dengan sejumlah investor tertentu. Renovasi sirkuit tersebut harus selesai sebelum penyelenggaraan the 2017 MotoGP Grand Prix di Indonesia; dan (3). Sarana Sirkuitindo Utama Ltd berkomitmen untuk menanda-tangani kontrak dengan Dorna Sports sebelum akhir bulan Juli 2016.
  3. Setelah dilakukan evaluasi, pemerintah memandang perlu untuk meminta kepastian konfirmasi dari Dorna Sports apakah Sentul International Circuit dapat dinilai layak untuk direkomendasikan mengadakan penyelenggaraan MotoGP tahun 2017, 2018 dan 2019.
  4. Selain meminta kepastian tentang nasib Sentul, pemerintah juga memberitahukan kepada Dorna Sports untuk mengusulkan Palembang sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP tahun 2018, 2019 dan 2020, dengan alasan: (1). Gubernur Sumatera Selatan pada tanggal 10 Maret 2016 telah mengirimkan surat kepada Presiden RI untuk mengajukan permohonan bagi rencana penyelenggaraan MotoGP tahun 2018, 2019 dan 2020 bekerjasama dengan mitra swasta; dan (2). Keseriusan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan untuk mengadakan penyelenggaraan MotoGP tahun 2018, 2019 dan 2020 di Palembang akan menambah kisah suksesnya dalam menjadi tuan rumah event olahraga internasional seperti halnya Sea Games tahun 2011, Islamic Solidarity Games tahun 2013, and rencana penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 dengan kota Jakarta.

Dalam responnya kepada Menpora, maka Dorna Sports mengatakan:

  1. Dorna Sports menyampaikan sikap senangnya bahwasanya Pemerintah Indonesia masih berminat untuk penyelenggaraan MotoGP.
  2. Dorna Sports memberitahukan adanya komunikasi yang sudah berlangsung dengan pihak Managemen Sentul yang intinya bahwa sirkuitnya pada saat ini tidak menggunakan standar FIM Homologation.  Sehingga Dorna  Sport sudah berulang kali meminta Managemen Sentul untuk mengirimkan Master Plan baik yang menyangkut sirkuit dan lingkungan sekitar sirkuit serta infrastruktur  umum dari sirkuit tersebut. Menurut Dorna Sport, permintaan itu belum dipenuhi/belum dikirimkan oleh Managemen Sentul dan oleh karenanya Dorna Sport menyimpulkan bahwa kemungkinan penyelenggaraan MotoGP tahun 2017 boleh dikatakan kecil kemungkinan.
  3. Pada sisi lain, Dorna Sports merasa senang dengan keinginan dari Pemda Sumsel untuk akan berencana menyelenggarakan MotoGP tahun 2018, 2019 dan 2020. Namun demikian diingatkan kepada siapapun yang bertanggung-jawab untuk merencanakan penyelenggaraan MotoGP di Palembang tersebut untuk sesegera mungkin mengirimkan master plannya kepada pihak Dorna Sports untuk dipelajari terlebih dahulu.

Sebagai informasi, Managemen Sentul melalui PT Sarana Sirkuitindo Utama sesungguhnya sudah sangat serius berkeinginan sekali menjadi penyelenggara MotoGP tahun 2017, 2018 dan 2019 yang dibuktikan dengan penyediaan 3 dokumen yang diminta oleh Kemenpora:

  1. Draft Nota Kesepahaman antara Kemenpora, Kempar dan PT Sarana Sirkuitindo Utama tentang Kerjasama Penyelenggaraan MotoGP.
  2. Executive Summary Dampak Konstruktif Penyelenggaraan MotoGP.
  3. Surat pernyataan yang antara lain menyebutkan bahwa PT Sarana Sirkuitindo Utama sanggup membiayai sendiri melalui kerjasama dengan beberapa investor untuk merenovasi sirkuit Sentul dan membayar Commitment Fee sebesar € 7 juta untuk tahun 2017,  € 8 juta untuk tahun 2018 dan € 8,4 juta untuk tahun 2019.

Seandainya PT Sarana Sirkuitindo Utama masih merasa berpeluang untuk tetap dapat menyelenggarakan MotoGP tahun 2017 dan 2 tahun berikutnya, Kemenpora menyarankan untuk tetap berkomunikasi langsung kepada Dorna Sports karena Kemenpora sudah membukakan akses komunikasi tersebut. [Ikh/Ikh]

Sumber: kemenpora.go.id


Komentar