Mesin Ferrari Tetap Menjadi yang Terbaik Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mesin Ferrari Tetap Menjadi yang Terbaik

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 28 Juni 2017

Foto: Ferrari 488 Spider

MARANELLO – Ferrari berhasil meraih beragam gelar di International Engine of the Year Awards 2017.

Sejak dikenalkan pada 1999, International Engine of the Year Award telah menjadi salah satu ajang penghargaan bergengsi bagi produsen mobil dunia. Selama 6 tahun, Ferrari selalu mendominasi di kelas ‘Above 4-litre Award’ dan ‘Performance Engine’.

Tahun ini mesin V12 6.3-liter naturally-aspirated telah disematkan pada model F12Berlinetta dan F12TDF. Mesin ini berhasil meraih penghargaan kategori ‘Above 4-litre Award’ untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut.

Sebelumnya, penghargaan tersebut juga telah diraih Ferrari pada 2013 sehingga mesin V12 ini total memperoleh penghargaan ini sebanyak 3 kali. Penghargaan ini menjadi bukti kualitas mesin V12 Ferrari yang telah menunjukkan dominasinya sejak 1947.

Ferrari

Sedangkan mesin V8 twin-turbo 3.9-liter yang merupakan mesin dari 488 GTB, 488 Spider, California T dan GTC4Lusso T berhasil meraih gelar di kategori ‘Performance Engine’ dan ‘The 3-litre to 4-litre Displacement’. Mesin yang diyakini sebagai solusi mobilitas modern ini ternyata berhasil diterima dengan baik oleh konsumen.

Dengan sekumpulan solusi atas mesin yang kualitasnya terbaik, kembalinya Ferrari menghadirkan teknologi twin-turbo untuk mesin V8, berhasil mencetak sebuah benchmark baru bagi mesin bertenaga turbo. Dengan tidak adanya turbo lag dan hantaran torsi progresif pada mesin menjadi kelebihan tersendiri bagi mesin V8 ini.

“Ini baru kedua kalinya dalam sejarah IEOTYA, bahwa mesin berdaya tinggi berhasil meraih penghargaan secara menyeluruh dua tahun berturut-turut serta memenangkan gelar yang paling didambakan dalam IEOTYA. Mesin V8 Ferrari adalah tentang pengantaran tenaga yang menakjubkan, ketepatan, daya tahan dan suara luar biasa. Suatu saat nanti hal ini akan menjadi sesuatu yang klasik dengan sendirinya, bahkan saya pikir memang sudah terjadi,” tutur Tony Robinson, Founder International Engine of the Year Award. [Amo/Ikh]


Komentar