Malaysia akan Stop Gelar F1 Share this
F1
Mode baca

Malaysia akan Stop Gelar F1

Denny Basudewa
pada 25 Oktober 2016

Foto: F1 Malaysia 2016

SEPANG – Grand Prix Malaysia nampaknya akan berakhir pada musim 2018. Kerugian terus-menerus disinyalir menjadi penyebab mundurnya negeri Jiran tersebut. Wacana tersebut (pemutusan kontrak) mulai menyeruak karena penjualan tiket terus menurun 10 persen setiap tahunnya. Hal ini semakin diperparah dengan penurunan jumlah penonton di televisi yang tercatat paling parah dalam sejarah. Malaysia sendiri telah menjadi tuan rumah F1 sejak 1999. Namun penjualan tiket balapan di sana terus mengalami penyusutan dimulai pada 2014. Menurut Datuk Razlan Razali, CEO Sepang International Circuit (SIC), jumlah penonton F1 berbanding terbalik dengan MotoGP. “MotoGP terlihat lebih menjanjikan dalam hal menarik jumlah penonton dan potensi mendatangkan pemasukan lebih banyak. Tahun lalu kami berhasil mendatangkan penonton hingga 85 ribu orang untuk MotoGP. Tahun ini saja semua tiket sudah terjual habis, termasuk di bukit berdiri,” jelas Razlan. Dirinya juga menjelaskan bahwa gelaran MotoGP, masih bisa ditingkatkan lagi jika bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. MotoGP sendiri dihelat di Malaysia sejak 1991 dengan menggunakan sirkuit Batu Tiga, Shah Alam, Pasir Gudang, Johor, kemudian Sepang sejak 1999. Meskipun kondisi F1 sudah sangat terpuruk di Malaysia. Pemerintahan mereka tidak akan mengeluarkan keputusan dengan terburu-buru. Para pengurus F1 Malaysia dan pemerintah akan melakukan diskusi pada pekan depan. Negeri Jiran tersebut masih terikat kontrak dengan kejuaraan F1 hingga akhir musim 2018. Tahun ini, untuk pertama kalinya Malaysian Grand Prix dijadwal ulang menjadi 2 Oktober 2016. Keputusan tersebut diambil sesaat setelah Singapore Grand Prix digelar. “Mungkin saya pikir Malaysia harus istirahat sejenak. Saya juga melihat bahwa produk (F1) sudah tidak ada lagi. Hal ini karena terlalu didominasi satu tim (Mercedes),” cetus Razlan. Pernyataan Razlan ini didukung oleh Menteri Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin. Menurutnya Malaysia harus berhenti menggelar F1 untuk sementara. “Saya pikir kami harus berhenti menggelar F1. Paling tidak untuk sementara waktu. Biaya untuk menggelar F1 terlalu tinggi, namun pemasukannya sangat terbatas,” ungkap Jamaluddin melalui Twitter pribadinya. [Dew/Ikh]


Komentar