Strategi Rio Haryanto di Baku Gagal Total Share this
F1
Mode baca

Strategi Rio Haryanto di Baku Gagal Total

Denny Basudewa
pada 20 Juni 2016

Foto: Aksi Rio Haryanto di sirkuit Baku

BAKU – Menjalani balapan di Eropa, Rio Haryanto gagal memaksimalkan potensinya. Pembalap kelahiran Solo, Jawa tengah, ini kembali menghuni dasar klasemen.

Mengawali balapan dari posisi ke-17, sebenarnya Rio tidak terlalu buruk. Namun, pembalap tim Manor Racing tersebut harus bersenggolan jelang tikungan pertama.

Hal ini membuat dirinya terpaksa masuk pit di penghujung lap pertama. Perjuangan Rio pada saat kualifikasi menjadi sia-sia. Ia kembali menempati posisi paling buncit ketika selesai mengganti sayap depan mobilnya.

“Balapan kali ini sangat tidak menguntungkan bagi saya. Saya mengalami kontak dengan pembalap lain pada tikungan pertama, itu merusak sayap depan mobil dan saya harus masuk pit pada akhir lap pertama,” ujar Rio melalui sosial media tim Manor.

Nasib sial Rio belum selesai sampai di situ, mantan pembalap GP2 tersebut mengaku salah strategi dalam penggunaan ban. Kesalahan strategi tersebut membuatnya kembali gagal memanfaatkan potensi.

“Kami memutuskan unntuk menggunakan ban tipe soft dan bertahan pada sisa lap akhir. Tapi menggunakan ban soft untuk 49 lap cukup sulit, dan saya menderita untuk mempertahankan keausan ban. Pada akhirnya saya kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan peluang,” sedih Rio.

Pada F1 GP Azerbaijan kali ini, rekan satu tim Pascal Wehrlein tersebut sempat tampil mengejutkan pada sesi kualifikasi. Ia berhasil menempatkan diri di tempat ke-17 dan mengalahkan catatan waktu Pascal. [Dew/Ikh]


Komentar