Kisah Panjang Toyota Sienta Sebelum ke Indonesia Share this
Mobil Baru
Mode baca

Kisah Panjang Toyota Sienta Sebelum ke Indonesia

Denny Basudewa
pada 28 Juli 2016

Foto: Toyota Sienta Sedang Melakukan Tahap Pengujian

JAKARTA – Toyota Sienta untuk pasar Indonesia diproduksi oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Sebelum dijual pada masyarakat, kisah Toyota Sienta melalui jalan panjang hingga lima tahun lamanya. Jauh sebelum mendebut di Tanah Air pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, TMMIN telah melakukan analisa guna mengembangkan model barunya tersebut.

Toyota Sienta sendiri telah beredar di Jepang sejak 2003. Kemudian generasi kedua small MPV tersebut diluncurkan pada 2015 silam. Melalui diskusi dan negosiasi panjang, akhirnya dipilih Toyota Sienta yang masuk pasar Indonesia merupakan generasi kedua.

Keputusan tersebut sekaligus membuka kerjasama dengan pihak produsen Sienta di Jepang, Toyota Motor East Japan (TMEJ). Dibutuhkan penyesuaian lebih lanjut guna membuat Sienta yang dianggap pas untuk passar Tanah Air.

Pengembangan yang menyita perhatian adalah ground clearance. Ketinggian mobil dari permukaan tanah diupgrade hingga 25 mm. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi jalanan di Indonesia yang cenderung bergelombang.

Penggunaan AC double blower pada Toyota Sienta di Indonesia merupakan bagian dari pengembangan. Garnish backdoor dan front skirt dikembangkan agar sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

Toyota Indonesia juga memboyong 1 Sienta versi Jepang guna melakukan beberapa tes. Salah satu tes yang dilakukan adalah melewati genangan air setinggi 30 cm. Pada tahap ini, para engineer di Indonesia memodifikasi sealing pada posisi krusial agar tidak terjadi kebocoran.

Pada 2012 sudah ditentukan spesifikasi Toyota Sienta buat Indonesia yaitu letak tuas transmisi di lantai, berbeda dengan versi Jepang yang ditanam di dasbor. Desain itu juga mengubah dasbor untuk Indonesia.

Cuaca di Indonesia juga jadi faktor penentu perbedaan spesifikasi, Sienta yang ditawarkan di dalam negeri mempunyai grille radiator lebih terbuka agar semakin banyak asupan udara untuk mendinginkan mesin.

Ketika semua sudah dianggap siap, Sienta mulai masuk pada kategori persiapan production trial. Produksi sebagian besar komponen dan perakitan dilakukan di pabrik Toyota Indonesia di Karawang Plant II, Karawang Barat.

Production trial sendiri memakan waktu hingga 6 bulan dan melibatkan 139 pemasok lokal. Hal ini juga membuat Toyota Sienta Indonesia mengandung 80 persen komponen buatan lokal.

Setelah itu Toyota Sienta memasuki tahap durability tes dengan kondisi jalan di Indonesia. Mulai dari jalanan perkotaan, luar kota, tanjakan, turunan, jalan tidak rata, kondisi lalu lintas macet, genangan air dan sebagainya.

Setelah hasil inspeksi selesai, barulah Sienta masuk tahap produksi masal. Sebagian besar komponen Sienta yang diproduksi secara lokal  1500 item, dibuat di pabrik Toyota di Karawang Plant II dan Sunter Plant II, sementara mesin diproduksi di pabrik Karawang Plant III.

"Produksi Sienta di Karawang sebanyak 4000 unit per bulan dengan membutuhkan 2,8 menit perakitannya," kata Warih Andang Tjahjono, Vice President TMMIN. [Dew/Ikh/Idr]

Lebih lanjut di Otospirit
Kisah Panjang Toyota Sienta Sebelum ke Indonesia


Komentar