Balap Mobil Tak Ganggu Persiapan M Fadli untuk Paralympics 2020 Share this
Balap Lain
Mode baca

Balap Mobil Tak Ganggu Persiapan M Fadli untuk Paralympics 2020

Insan Akbar
pada 09 April 2019

Foto: M Fadli serius mengumpulkan poin untuk mengikuti Paralympics 2020. Aktivitasnya di balap mobil di 2019 bukanlah fokus utama.

BOGOR - Meski pada 2019 Muhammad Fadli menjajal balap mobil, fokus utamanya tetaplah mewakili Indonesia sebagai atlet sepeda di Paralympics 2020 di Tokyo, Jepang. Ia merasa kedua aktivitas ini tidak saling mengganggu.

Mantan pebalap motor nasional yang harus menjalani amputasi karena kecelakaan nahas pada 2015 itu bangkit dengan gemilang dengan menjadi atlet sepeda dalam Asian Paralympics 2018 mewakili Indonesia. Di ajang olahraga multicabang itu, Fadli berhasil menyumbang medali emas.

Pada tahun ini, ia kemudian menjajal tiga ajang balap mobil yakni One Make Race Honda Jazz and Brio Speed Challenge (HJBSC), Japan Super Touring Car Championship (JSTC), dan Kejuaraan Nasional 1.500 cc. Namun, semua itu hanya selingan di antara keikutsertaannya dalam kejuaraan sepeda internasional demi mendapatkan poin yang cukup untuk masuk ke Paralympics tahun depan sesuai aturan Union Cyclist Internationale (UCI).

“Saya sangat berharap ikut full series karena banyak ikut kejuaraan internasional sepeda agar pada 2020 saya bisa ikut Paralympics,” tandasnya ketika ditemui di Sirkuit Sentul usai seri pertama HJBSC 2019 pada Minggu (8/4/2019).

Fadli menegaskan tanggung jawab utamanya adalah Paralympics 2020. Ia mewajibkan diri latihan sepeda secara individual pada pagi hari sebelum ke sirkuit dan mempersiapkan diri untuk balap mobil. Pada April atau Mei, Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) balap sepeda juga bakal dimulai.

Belum lama ini, Fadly baru saja mengikuti Kejuaraan Dunia Balap Sepeda di Belanda dan mendapatkan poin. Sekitar dua pekan lagi ia bakal terbang ke Uzbekistan untuk ikut Kejuaraan Asia Balap Sepeda.

Masih ada dua atau tiga kejuaraan internasional lagi yang ia akan jalani tahun ini.

“Untuk bisa ke Paralympics saya harus masuk enam besar Asia. Saya sekarang sudah masuk ranking itu, tapi tetap harus ikut balapan internasional dan menjaga poin karena kalau tidak bisa saja ada yang melompat naik (menggantikan saya),” paparnya.

Fadli tidak ingin hanya ikut serta di Paralympics 2020. Ia memasang target meraih medali.

“(Persiapan) satu tahun semoga bisa dapat medali walau sangat berat karena masuk ke Paralympics saja sudah susah,” tutupnya

Semoga tercapai, Fadli! [Xan/Ari]


Komentar