Bagaimana Cara Kerja Turbocharger? Share this
Video Mobil
Mode baca

Bagaimana Cara Kerja Turbocharger?

Denny Basudewa
pada 20 Juli 2016

JAKARTA – Turbocharger kerap diandalkan untuk meningkatkan tenaga mesin. Selain itu, benda ini juga mampu meningkatkan efisiensi pada sebuah kendaraan.

Pada dasarnya, mesin membutuhkan pasokan udara dan bakar guna menghasilkan daya dorong. Hasil pembakaran dalam mesin dinamakan gas buang kemudian disalurkan melalui pipa knalpot. Sistem pembakaran tersebut dianggap sebagai pemborosan.

Turbocharger diciptakan guna memanfaatkan hawa panas hasil pembakaran dalam mesin, untuk diolah kembali menjadi tenaga baru. Melalui turbin, hawa panas yang semula terbuang percuma dipampatkan kembali ke dalam mesin melalui kompresor.

Gas buang yang melewati kipas turbin akan membuat turbin berputar. Semakin banyak gas buang, maka kipas turbin akan berputar semakin kencang. Pada bagian lain, turbin memiliki kipas kompresor yang bertugas memompa udara ke ruang bakar. Tipe kompresor ini merupakan sebuah pompa sentrifugal (pompa dengan gerakan melingkar).

Turbocharger biasanya ditempatkan pada saluran gas buang (exhaust manifold). Benda ini biasanya diatur untuk mulai bekerja pada rpm tertentu. Hal inilah yang membuat produsen mobil dunia kemudian beralih menggunakan turbocharger.

Dengan alat ini, produsen mobil tidak perlu meningkatkan kapasitas mesin untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar. Bahkan jumlah silinder kini dipangkas atas alasan efisiensi.

Umumnya, tekanan (boost) yang dihasilkan oleh turbocharger sekitar 6-8 pounds per square inch (psi). Sedangkan tekanan atmosfir mencapai 14,7 psi. Dengan turbocharger, mesin mendapatkan tambahan tenaga sebesar 50 persen.

Turbocharger sendiri dapat berputar hingga 150 ribu rpm. Guna mereduksi gesekan akibat putaran turbin yang sangat kencang, pabrikan biasanya melengkapinya dengan fluid bearing. Benda ini berfungsi untuk membantu batang penghubung selalu dialiri dengan oli.

Hentakan tenaga yang dihasilkan turbocharger tidak bisa didapatkan secara instan. Hal ini sering disebut sebagai lag (delay). Salah satu cara untuk mengurangi lag adalah dengan mengurangi dimensi dari turbo itu sendiri. Hal ini dapat mengurangi beban dari komponen yang bergerak.

Selain mampu mereduksi pemakaian bahan bakar, turbocharger juga menjadi primadona baru produsen mobil mampu mengurangi emisi gas buang pada kendaraan. [Dew/Ikh]


Komentar